Tolak Real Madrid, Nagelsmann Buka Peluang Pindah ke Premier League

0
207
Nagelsmann

Kesuksesan Julian Nagelsmann sebagai pelatih masih terus berlanjut pada usianya yang baru 32 tahun, dan manajer RB Leipzig tersebut mengakui bahwa dia bisa berkarier di Premier League suatu hari nanti, setelah menolak Real Madrid.

Meski usianya masih lebih muda daripada para penampil mega bintang di era modern sepak bola, termasuk Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, sang juru taktik telah menahbiskan dirinya sebagai salah satu yang terbaik di kalangan elite.

Masa produktif di Hoffenheim membuatnya mendapatkan perhatian dari sejumlah klub top Eropa dan bahkan sempat ada peluang untuk pindah ke Santiago Bernabeu pada musim panas 2018 lalu.

Setelah melepaskan Zinedine Zidane usai meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun, Los Blancos memerlukan pelatih yang inspiratif. Namun Nagelsmann merasa bahwa kesempatan itu tiba terlalu cepat untuknya, dan ia malah memilih untuk hengkang ke Leipzig 12 bulan kemudian.

Nagelsmann

“Itu adalah hal yang normal jika Real Madrid datang dan Anda mempertimbangkannya,” kata Nagelsmann kepada Independent. “Saya terkejut pada awalnya, saya mempertimbangkannya, dan saya merasa tidak nyaman dengan keputusan untuk pindah ke sana. Saya inginkan perbaikan. Jika Anda pindah ke Real Madrid, maka tidak ada waktu untuk meningkatkan kualitas diri sebagai manajer.

“Anda tidak memiliki kesempatan untuk menjadi manajer yang lebih baik, Anda harus sudah menjadi yang terbaik pada saat menangani Real Madrid. Saya belum menjadi yang terbaik pada saat ini, namun saya bisa mengakui bahwa saya ingin menjadi salah satu yang terbaik di masa depan.”

Ditanyakan soal ide melatih di Premier League, Nagelsmann mengatakan: “Keinginan saya adalah untuk menangani Leipzig selama empat tahun, namun di dunia sepak bola, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Premier League menarik bagi saya, demikian pula dengan beberapa klub di Bundesliga dan La Liga.

“Saya tahu bahwa itu sangat sulit di Inggris. Saya sudah membaca sejumlah wawancara dari (Jurgen) Klopp dan (Pep) Guardiola mengenai jadwal pertandingan yang intens serta tuntutan kepada pemain dan staf. Namun Premier League adalah tujuan bagi setiap manajer.”