Timnas Indonesia, Ke Piala Dunia Pakai Nama Hindia Belanda

0
119
Foto Source: banjarmasin.tribunnews


Sejak Indonesia merdeka, belum ada sekalipun tim nasional sepakbola berkompetisi di level elit dunia yakni Piala Dunia. Padalah sepakbola yang paling digandrungi khalayak ramai itu cukup berharap, merah putih berkibar di luar stadion tuan rumah penyelenggara event empat tahunan itu. 

Apalagi, Indonesia punya 260 juta lebih penduduk. Tapi, mencari 11 pemain saja cukup sulit. Padahal potensi cukup banyak terjadi di berbagai pelosok negeri. Namun, nyatanya, tak ada yang benar-benar muncul menjadi pemain kaliber dunia. 

Padahal, cukup banyak orang tua bercita-cita menjadikan anaknya seorang pemain bola handal sehingga memfasilitasinya untuk berlatih di sekolah sepak bola. Ternyata itu saja tak cukup, apalagi pemerintah tak sepenuhnya menyediakan fasilitas latihan yang layak. 

Makanya, tak mengherankan bila kemudian, tim sepakbola Indonesia minim prestasi lewat tim nasional. Karena itu, sambil menanti lahirnya banyak pemain bertalenta yang layak membela negara di leval dunia, ada baikknya kita menyelam dulu mencari tahu seperti apa sejarah timnas sepakbola Indonesia.

Sejarah Timnas Sepak Bola Indonesia

Di tahun 1930-an, ada tiga organisasi sepak bola yang berdasarkan suku bangsa, yakni Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang kemudian berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) milik bangsa Belanda,  Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik bumiputra dan Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) yang dimiliki oleh seorang keturunan Tionghoa.

Semula, NIVU memandang sebelah mata PSSI. Namun, mereka akhirnya bekerjasama dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement yang dilakukan pada 15 Januari 1937. Berkat adanya kerjasama tersebut, PSSI dan NIVU pun menjadi organisasi sepak bola utama di Hindia Belanda.

Salah satu  butir perjanjian berisikan mengenai tim yang akan dikirim ke Piala Dunia. Namun, NIVU melanggar perjanjian dengan hanya memberangkatkan tim bentukannya saja, membuat PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo geram sehingga membatalkan perjanjian Gentlemen’s Agreement secara sepihak.

Piala Dunia FIFA

Karena adanya pembatalan perjanjian, maka pemain yang diberangkatkan untuk piala dunia di Perancis mayoritas adalah orang Belanda. Tim NIVU dilatih oleh Johannes Mastenbroek yang sekaligus menjadi ketua NIVU. Sementara Mo Heng, Nawir, dan Soedarmadji merupakan minoritas pemain pribumi yang berangkat untuk bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland.

Kala itu, tim Indonesia menggunakan nama Dutch East Indies (Hindia Belanda). Pada Piala Dunia 1938, Dutch East Indies menjadi peserta pertama dari Asia yang lolos ke Piala Dunia. 

Indonesia sendiri menjadi wakil zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia pada World Cup 1938 hanya Dutch East Indies (Indonesia) dan Jepang dimana sepak bola saat itu belum populer sampai sekarang.

Tampilnya timnas Hindia Belanda di Piala Dunia bisa dikatakan sebagai keberuntungan, sebab Hindia Belanda tampil atas penunjukan langsung dari FIFA sebagai pengganti Jepang yang tak tampil dalam kejuaraan sepakbola anatar negara-negara tersebut. Meskipun terbilang beruntung, hadirnya timnas Hindia Belanda tercatat dalam sejarah sebagai negara Asia pertama yang mengikuti Piala Dunia dan masuk kedalam sejarah FIFA.

Pada pertandingan Piala Dunia waktu itu, timnas Hindia Belanda sudah harus melakoni partai berat melawan Hungaria, sekaligus sebagai tim favorit. Di saksikan kurang lebih 9000 penonton yang memadati Stade Velodrome Municipal di Kota Reims, Prancis, tim Hindia Belanda harus mengkui kekuatan Hungaria dengan kekelahan cukup telak dengan kemasukan 6 kali tanpa ada gol balasan.

Memang harus diakui, level tim Hindia Belanda belum dapat mengalahkan pemain Hungaria yang diisi oleh pemain berlebel bintang dapa era itu, contohnya seperti Gyula Zsengeller dan Gyorgy Sarosi. Gyula Zsengeller dan Gyorgy Sarosi pada turnamen tersebut juga masuk kedalam daftar 3 besar pencetak gool terbanyak. Sementara Hungaria sendiri keluar sebagai juara ke dua pada Piala Dunia 1938 setelah dikalahkan oleh Italia di babak final dengan skor 4-2.

Mengikuti Olimpiade

Timnas pun sempat mencicipi pertandingan di Olimpiade pada tahun 1956. Moment ini menjadi salah satu prestasi yang membanggakan bagi sejarah timnas Indonesia. Waktu itu, timnas yang ditukangi oleh Toni Pogaknik asal Yugoslavia mampu bertanding di Olimpiade Melbourne serta menorehkan hasil gemilang yaitu mampu menahan imbang Uni Soviet dengan skor 0-0 pada saat pertandingan pertama.

Akan tetapi, setelah pertandingan tersebut banyak pemain mengalami cedera serta kelelahan, alhasil harus mengakui kekuatan lawan. Timnas Indonesia waktu itu harus takluk dan angkat komper lebih cepat karna kalah dengan skor 0-4 di fase playoff. 

Sejarah Timnas Indonesia berikutnya yaitu, meraih juara Merdeka Games pada 13 Agustus 1961. Dibawah asuhan Antun Tony Pogacnik Indonesia mampu mengalahkan tuan rumah Malaysia dengan kedudukan akhir 2-1. 

Meskipun dibawah tekanan supporter tuan rumah, timnas kala itu tetap bermain tenang dan mampu menjalankan strategi pelatih dengan baik dan juga menjadi sejarah PSSI.

Saat ini, Indonesia terus membutuhkan calon pemain handal seperti para siswa di sekolah sepak bola Indonesia untuk terus mengharumkan nama bangsa! 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here