Tidak Masuk Tim Inti Juventus, Matthijs de Ligt Tak Menyangka

0
551

Matthijs de Ligt mengakui bahwa dia terkejut dan tak menyangka dengan keputusan tim pelatih yang mengeluarkannya dari Starting XI di laga pembuka musim Juventus.

Sang juara bertahan menghadapi Parma dalam mengawali musim Serie A 2019/2020 dan de Ligt harus menerima keputusan kejam karena dicadangkan, di mana Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini yang lebih berpengalaman dipilih untuk bermain dari awal.

Si Nyonya Tua menjalani musim dengan catatan kemenangan saat sundulan Chiellini di babak pertama membuat mereka menang 1-0, keputusan ini membuat de Ligt harus menunggu debutnya di liga untuk klub barunya.

Berbicara kepada media Belanda yaitu AD, de Ligt menyatakan bahwa dia terkejut setelah disingkirkan dari tim utama, tetapi kemudian menyatakan bahwa dia akan berjuang untuk meraih tempatnya di tim.

“Seperti yang dapat Anda bayangkan, jelas saya akan lebih suka bermain hari ini. Saya tidak memiliki kesempatan untuk memahami apa pun selama latihan mengenai posisi saya atau tidak, itu tidak terduga, tetapi jelas, saya menghormati keputusan pelatih,” kata de Ligt.

Mantan kapten Ajax itu mengakui bahwa meskipun dia senang jika bisa bermain, tapi dirinya juga senang dengan keputusan manajer yang tidak memudahkannya untuk masuk Starting XI.

“Saya juga harus realistis. Saya masih dalam proses beradaptasi di sini, di Italia. Dan kedua pemain yang bermain hari ini, Bonucci dan Chiellini, telah lama dianggap sebagai duet bek tengah terkuat di dunia,” tambah de Ligt.

Pemain berusia 20 tahun itu adalah salah satu pemain yang paling diburu pada musim panas ini dan dilaporkan menolak minat dari tim-tim seperti Barcelona dan Paris Saint Germain, di mana ia lebih memilih menandatangani kontrak dengan raksasa Italia.

De Ligt kemudian melanjutkan bahwa dia masih dalam proses beradaptasi dengan liga baru dan mengungkapkan bahwa harapannya berbeda di Juventus jika dibandingkan dengan Ajax.

“Secara fisik sangat sulit (di Italia), tetapi saya perhatikan bahwa saya semakin kuat. Kemampuan bertahan saya, hal-hal yang tidak diharapkan dari saya yang sangat berbeda dari yang saya gunakan di Ajax.”

“Saya juga ingin meningkatkan bahasa Italia saya. Saya memiliki kursus selama lima hari seminggu, jadi saya bisa mengatakan bahwa semuanya berjalan baik,” tutup de Ligt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here