Takluk dari Madura, Persib Kehilangan Ritme

0
57

Persib Bandung takluk 2-1 dari Madura United dalam laga lanjuta Liga 1 2019 pekan ke-22 dan hasil ini, tak mampu melanjutkan tren tak terkalahkan Maung Bandung.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts awalnya yakin timnya bisa memenangkan pertandingan setelah unggul lebih awal melalui gol cepat Febri Hariyadi di menit ke-3.

Namun, Persib dibuat kewalahan pada sisa laga. Madura United mendapat angin segar untuk bangkit dan diuntungkan oleh gol bunuh diri Nick Kuipers dan hadiah penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Beto Goncalves.

“Selamat untuk Madura United karena mendapat tiga poin dan sebenarnya terbuka kans dari kami untuk meraih kemenangan. Saya tidak bisa untuk mengatakan apapun lagi selain pemain sudah berusaha tapi belum bermain dengan kemampuan terbaiknya,” kata Robert.

“Tidak mudah bagi pemain kami yang ketika melakukan tackle langsung mendapat pelanggaran dan tendangan bebas untuk lawan. Pemain yang sudah saya beri kepercayaan penuh tidak bisa menemukan ritmenya karena laga sangat sering terhenti.

“Kami sudah melakukan persiapan dan kami juga dibuat sibuk bertahan karena sulit memenangi bola. Madura United adalah tim dengan penyerangan terbaik di liga. Faktanya mereka unggul di lini tengah karena bermain lebih cepat dengan mobilitas tinggi.”

Kehilangan Ritme Permainan Jadi Faktor Kekalahan Persib

Dari kubu tuan rumah, pelatih Madura United, Rasiman menjelaskan kunci comebacak dari anak asuhnya. Kemenangan 2-1 atas Persib dan raihan tiga poin, menghantarkan Madura United ke posisi runner-up klasemen.

“Sebenarnya poinnya saat ketinggalan, kembali ke dasarnya yang semuanya benar. Secara penguasaan, kami sekitar 67 persen di babak pertama. Lawan Persib menguasai pertandingan tentu tidak mudah,” kata Rasiman.

Sementara itu, kapten Madura United yakin Greg Nwokolo menilai kedisiplinan, kerja sama, dan tidak bermain terburu-buru menjadi tiga kunci utama dalam kebangkitan timnya.

“Tadi pertandingannya sulit, tapi Puji Tuhan, kami bisa memenangkan pertandingan, karena kami main sangat disiplin dan kerja sama. Walaupun ketinggalan, kami tidak menyerah dan percaya main bola kaki ke kaki, tidak buru-buru,” kata Greg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here