Gelora Bung Karno, Lebih dari Sekadar Stadion

0
544
Foto Source: harnas

Stadion Utama Gelora Bung Karno, atau yang sering disingkat SUGBK atau GBK adalah stadion terbesar di Indonesia yang berlokasi di Ibukota Jakarta. Pembangunan stadion ini dilakukan antara tahun 1958 hingga 1962, tepatnya mulai 8 Februari 1960 hingga 21 Juli 1962. Sang arsitek utama dalam konstruksi stadion ini adalah Frederich Silaban. Mulanya, stadion ini diperuntukkan menjadi venue Asian Games 1962. Pembukaan Asian Games 1962 di SUGBK dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus.

Stadion ini didanai dengan pinjaman dari Uni Soviet. Pinjaman yang diterima Pemerintah Indonesia adalah sebesar 12,5 juta Dollar AS yang diterima pada 23 Desember 1958. Pada awal pendiriannya, stadion ini termasuk salah satu stadion terbesar di dunia, dan menjadi stadion bertaraf internasional pertama yang dimiliki Indonesia. Stadion yang dinamai dengan nama proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia ini sempat disebut Stadion Utama Senayan selama pemerintahan Soeharto. Hal ini akibat upaya pemerintah Orde Baru yang berusaha melakukan de-Sukarnoisasai.

stadion gbk 1962
gelora bung karno 1962

SUGBK merupakan stadion dengan kapasitas terbesar di Indonesia. Stadion ini juga kerap dipercaya menggelar ­event-event olahraga internasional. Ketika digunakan pertama kali untuk Asian Games 1962, stadion ini mampu menampung hingga 120.800 penonton. Tetapi pada 23 Februari 1985, stadion ini dipenuhi sekitar 150.000 penonton yang menyaksikan pertandingan final liga antara PSMS Medan dan Persib Bandung. Pada pertandingan yang dimenangkan oleh PSMS tersebut, penonton bukan hanya membanjiri tribun stadion, tetapi juga hingga lintasan atletiknya. Pertandingan tersebut menjadi pertandingan dengan catatan rekor penonton terbanyak di SUGBK hingga hari ini.

Kapasitas SUGBK dikurangi menjadi 88.083 kursi pada tahun 2007 ketika Indonesia menjadi salah satu tuan rumah Piala Asia tahun 2007. Pada ajang tersebut, SUGBK dipercaya menggelar lima pertandingan di fase grup, perempat final, dan final antara Irak dan Arab Saudi, yang ketika itu dimenangkan Irak dengan skor 1-0. SUGBK juga sudah menjadi tuan rumah dalam empat kali ajang SEA Games (South East Asian Games), yakni tahun 1979,1987, 1997, dan 2011). Event lain yang kerap diselenggarakan di SUGBK adalah Piala AFF (ASEAN Football Federation), kompetisi sepak bola yang diikuti negara-negara di Asia Tenggara (dulu disebut sebagai Piala Tiger). Untuk ajang ini, SUGBK telah menjadi tuan rumah pada 2002, 2004, 2008, dan 2010.

SUGBK kembali mengalami renovasi sejak 2016 sebagai bentuk persiapan dalam Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Indonesia. Kapasitas penonton kembali dikurangi hingga 76.000, tetapi dengan single seat. Renovasi tersebut juga digunakan untuk meningkatkan sejumlah fasilitas yang ada di stadion.

stadion gelora bung karno

Selain menyelenggarakan event olahraga berskala internasional dan menjadi markas utama tim nasional sepakbola Indonesia maupun beberapa kali menjadi markas klub ibukota Persija Jakarta, stadion ini kerap menjadi tuan rumah kunjungan pra musim klub-klub besar dunia. Sejumlah klub yang pernah bertanding langsung di stadion ini adalah Inter Milan dan Los Angeles Galaxy (2011), Valencia (2012), Arsenal, Liverpool dan Chelsea (2013), Juventus (2014), dan AS Roma (2015).

Meski fungsi utama stadion ini adalah untuk ajang olahraga, sejumlah kegiatan lain seperti kegiatan keagamaan, politik dan hiburan juga kerap digelar di SUGBK. Beberapa diantaranya adalah kunjungan pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus John Paul II pada Oktober 1989, konferensi khalifah internasional yang diorganisir oleh Hizbut Tahrir pada Agustus 2007, jubileum atau peringatan ulang tahun HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) tahun 2007 dan 2011, kampanye-kampanye peserta pemilihan umum tahun 2004, 2009, 2014, dan 2019, konser Deep Purple tahun 1975, konser Linkin Park pada September 2011, konser Metallica tahun 2013, konser Slank pada Desember 2013, konser One Direction pada Maret 2015, dan masih banyak lagi.

Ada 24 sektor dan 12 pintu masuk di sekeliling stadion ini. Di dalam, tribun dibagi menjadi dua bagian, yakni tribun atas dan tribun bawah. Pasca renovasi, stadion ini dilengkapi dengan cincin raksasa yang terbuat dari baja, disebut temu gelang, sebagai konstruksi bagian atapnya. Cicin raksasa ini dapat berfungsi untuk melindungi penonton di tribun dari panasnya sinar matahari tropis. Selain itu, cincin tersebut memiliki fungsi estetika, yakni sebagai aksesoris yang menambah kemegahan stadion ini.

Stadion Utama GBK

SUGBK yang terletak di kompleks olahraga Senayan ini dikelilingi oleh berbagai venue untuk cabang olah raga lain, seperti renang, bulutangkis, tennis, softball, dan sebagainya. Kompleks olahraga tersebut memiliki sekitar 84% dari luas wilayahnya yang merupakan wilayah hijau dengan resapan air. Selain itu, 67,5% dari kawasan tersebut juga diisi dengan berbagai pohon langka dan berdaun besar. Bahkan tercatat ada sekitar 22 spesies burung liar yang hidup di kawasan tersebut. Hal ini menjadikan kompleks olahraga Senayan ini menjadi salah satu hutan kota yang dimiliki Jakarta.

SUGBK terletak di pusat bisnis kota Jakarta. Pusat bisnis ini membentang di sepanjang Jalan Sudirman. Stadion ini mudah dijangkau karena banyak moda transportasi, termasuk bus Transjakarta yang dapat mengantarkan pengunjung ke stadion ini. Selain itu, mass rapit transit (MRT) juga melintasi kawasan stadion ini, yakni melalui Stasiun Istora dan Senayan.

Lokasi SUGBK yang berada di pusat bisnis kota Jakarta merupakan lokasi yang strategis karena juga dikeliling oleh berbagai fasilitas publik, seperti hotel, pusat perbelanjaan maupun tempat untuk makan dan minum. Beberapa pusat perbelanjaan yang berlokasi sangat dekat dengan SUGBK adalah Pacific Place dan Senayan City Mall. Sementara hotel-hotel yang berada di sekitaran SUGBK diantaranya adalah Hotel Sultan, Hotel Century Park, Hotel Fairmont, dan Hotel Ritz-Carlton Pacific Place.

Faktor historis, pengalaman menyelenggarakan berbagai event olahraga internasional, maupun event non olahraga, hingga lokasinya yang sangat strategis di pusat ibukota Jakarta menjadikan SUGBK layak disebut lebih dari sekadar stadion untuk Jakarta maupun Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here