Stadion Wanda Metropolitano – Stadion Penuh Sejarah Milik Atletico

0
1451
Foto Source: makmax

Malam 1 Juni 2019 mungkin akan dikenang lama oleh para pendukung Liverpool. Pada malam itu klub berjuluk The Reds berhasil menjadi juara Liga Champions yang keenam kalinya. Terakhir kali Mo Salah dkk meraih gelar tersebut pada tahun 2005 di Istanbul, Turki, dalam pertandingan dramatis melawan AC Milan. Tetapi kali ini, The Reds menang mudah dengan skor 2-0 atas Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid. Stadion baru milik Atletico Madrid ini tentu akan memberi kesan tersendiri bagi suporter Liverpool.

Atletico baru menempati Wanda Metropolitano sejak musim 2017-2018. Stadion yang berlokasi di Rosas, distrik San Blas-Canillejas ini menggantikan Stadion Vicente Calderon yang sebelumnya menjadi markas bagi Atletico. Stadion ini sejatinya memiliki sejarah panjang dengan Atletico. Sebelum bermarkas di Vicente Calderon, klub berjuluk Los Rojiblancos telah bermarkas di stadion ini yang dulu bernama Estadio Metropolitano. Atletico membelinya pada tahun 1950 dan sempat direnovasi hingga kapasitasnya mencapai 50 ribu kursi. Tetapi pada tahun 1966 Atletico pindah ke Vicente Calderon (sebelumnya bernama Estadio Manzanares). Ketika Atletico pindah, stadion ini sempat diratakan dengan tanah dan diganti menjadi gedung apartemen dan perkantoran.

Dewan Olahraga Madrid kemudian memutuskan untuk membangun lagi stadion di atas bekas Stadion Metropolitano ini sejak tahun 1990an. Awalnya stadion ini diperuntukkan untuk Kejuaraan Atletik Dunia tahun 1997. Didesain oleh firma arsitektur Cruz y Ortiz, stadion ini selesai pada 1993 dengan berkapasitas awal 20 ribu kursi. Disebut La Peineta yang berarti sisir karena bentuk atapnya mirip sisir tradisional Spanyol. Tetapi Madrid gagal menjadi tuan rumah sehingga stadion ini kemudian dipakai untuk olahraga biasa dan kegiatan kebudayaan. Tuan rumah justru jatuh ke tangan Athena, Yunani, saat itu.

Pada tahun 2004, stadion ini kembali diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan Olimpiade 2016. Tetapi Madrid kembali kalah karena Olimpiade akhirnya dilaksanakan di Rio de Janeiro, Brazil. Baru pada tahun 2013, Atletico memutuskan untuk membangun kembali stadion baru mereka di lokasi La Peineta ini. Atletico menghabiskan dana sekitar 240 juta Euro untuk membangun stadion ini. Stadion tersebut memiliki 68 ribu kursi, dimana seluruh tribun tertutup oleh atap. Dari 68 ribu kursi tersebut, terdapat 7 ribu kursi VIP, dan 79 VIP suites yang diberi nama Neptuno Premium. Stadion ini pun mampu menampung hingga 4 ribu parkir mobil.

Stadion ini telah berkali-kali ganti nama, mulai dari Estadio de la Comunidad de Madrid, Estadio Olimpico de Madrid, dan Estadio de La Peineta. Stadion ini kemudian dinamai Wanda Metropolitano merujuk pada sebuah perusaan real estate asal Cina bernama Dalian Wanda Group yang menjadi sponsor stadion ini. Wanda Group sendiri memiliki 20% saham Atletico sejak tahun 2015. Metropolitano sendiri diambil dari nama lama stadion ini.

Stadion ini resmi dibuka untuk publik pada tanggal 16 September 2017 silam ketika Atletico menjamu Malaga CF di ajang La Liga. Kala itu Raja Felipe VI ikut menyaksikan pertandingan yang dimenangkan oleh Atletico dengan skor 1-0 itu. Antoine Griezmann menjadi pencetak gol pada pertandingan itu dan menjadi pencetak gol pertama di stadion ini. Hingga kini rekor penonton terbanyak stadion ini adalah 67.804 penonton saat El Derbi Madrileno terjadi tanggal 9 Februari 2019.

Dengan jumlah kursi yang lebih banyak 12 ribu dibanding Vicente Calderon, stadion ini mendapat kriteria stadion bintang lima dari UEFA. Oleh karena itulah UEFA memutuskan stadion ini menjadi tuan rumah final Liga Champions tahun 2019 lalu.

Stadion ini terletak di timur laut Madrid dan berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota Madrid. Stadion ini juga hanya berjarak 15 kilometer dari Vicente Calderon, stadion Atletico sebelumnya.

Selain sejarah di atas, lokasi stadion ini juga menjadi saksi sejarah Perang Saudara Spanyol pada tahun 1930an. Stadion yang kala itu bernama Metropolitano menjadi medan perang bagi pasukan republik dan pasukan nasionalis yang terjadi antara tanggal 15-23 November 1936. Perisitwa tersebut dikenal sebagai Pertempuran Ciudad Universitaria. Peran tersebut menyebabkan stadion itu hancur berkeping-keping.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here