Sepakbola Ditunda Karena Virus Corona, Mata Minta Semua Orang Tetap Tenang

0
154
Mata Tenang

Gelandang Manchester United, Juan Mata meminta dunia sepakbola untuk tetap tenang dan percaya para ahli disaat kompetisi harus ditunda karena pandemi coronavirus.

Seperti semua Liga di Eropa, Liga Premier telah ditangguhkan untuk sementara di tengah wabah ini dan masih belum jelas kapan musim Liga Premier akan dilanjutkan.

UEFA berjanji untuk mengakhiri musim ini pada akhir Juni, tetapi kompetisi teratas sepakbola Inggris akan ditunda hingga setidaknya 2 Mei dan tanggal itu dapat diperjauh lagi, jika situasinya semakin buruk.

United membatalkan latihan dan memberi pemain waktu istirahat ekstra minggu ini, serta program latihan individu agar mereka tetap bugar di rumah.

Dan Mata menggunakan video call tentang rutinitasnya sendiri, menawarkan laporan positif tentang kebugarannya dan meminta semua orang tetap tenang.

“Kami mengatasi masalah dengan baik. Kami jelas berada di rumah, berusaha tetap bugar, berusaha berlatih semampu kami, melakukan beberapa latihan di rumah dan berusaha tetap bugar, sabar dan tenang,” kata Mata.

“Bersabar dan tenang adalah satu-satunya hal yang bisa kita lakukan sekarang. Kita harus menunggu dan memercayai para ahli sampai kita bisa bermain sepakbola lagi.”

Mata Tenang

Kiper United, Lee Grant bergabung dengan Mata di video call dan mengatakan dia juga telah mengikuti perintah klub untuk latihan di rumah.

“Kami telah memiliki program khusus kami sendiri dan latihan itu hanya berpusat pada melakukan pekerjaan sebanyak yang kami bisa dalam batas-batas tertentu dan keamanan rumah kami sendiri,” kata mantan kiper Stoke City dan Derby County.

“Tentu saja, kami menggunakan peralatan apa yang kami miliki dan, seperti yang dikatakan Juan, halaman rumah kamu juga ikut ambil bagian.

“Kami benar-benar hanya melakukan apa yang kami bisa dan berusaha mengikuti program yang diberikan klub kepada kami.”

Terhitung hingga saat ini, ada lebih dari 5.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Inggris dan 233 kematian akibat penyakit ini.