Sejarah Futsal, Dari Uruguay Untuk Dunia

0
887
Foto Source: footballnsw

Sejarah Futsal, olahraga sepakbola lima lawan lima, bermula dari seorang berkebangsaan Uruguay, Juan Carlos Ceriani, yang merancang permainan sepabola mini di lapangan berukuran basket pada tahun 1930 untuk YMCA (Young Men’s Christian Association). Frasa ‘futsal’ sendiri berasal dari bahasa Spanyol ‘futbol sala’ atau bahasa Portugis ‘futebol de salao’, yang berarti ‘sepakbola dalam ruangan’. Karena dimainkan di dalam ruangan, permukaan lapangan untuk futsal lebih keras dibanding dalam sepakbola. Meski Ceriani adalah penemu futsal pertama kali, istilah futsal diperkenalkan oleh anggota federasi futsal Amerika Serikat, Alexander Para.

Sejarah aturan futsal pertama kali dirampungkan dan dipublikasikan pada September 1933, ditulis oleh Ceriani sendiri. Segera setelah itu, olahraga futsal dengan cepat menyebar ke negara-negara tetangga Uruguay di Amerika Latin. Selanjutnya, olahraga ini semakin diminati oleh masyarakat di benua lain, mulai dari Eropa, Amerika Utara, Tengah dan Karibia, Afrika, serta Asia dan Oseania.

sejarah futsal 1965

Tetapi baru pada tahun 1965 kompetisi futsal tingkat internasional pertama kali dihelat. Adalah Paraguay yang menjadi tuan rumah dalam Piala Amerika Selatan. Hingga 1979, kompetisi tersebut terus diadakan dengan Brazil memborong seluruh gelar juara. Brazil kembali menjadi juara dalam kompetisi Piala Pan Amerika pada tahun 1980 dan 1984. Bila kompetisi pertama hanya melibatkan negara-negara di Amerika Selatan, kompetisi berikutnya ini sudah melibatkan seluruh negara di benua Amerika.

Kompetisi futsal tingkat dunia diadakan pertama kali di Sao Paulo, Brazil pada tahun 1982. Tiga tahun berikutnya, Brazil kembali meraih juara di Spanyol. Paraguay-lah yang berhasil menghentikan dominasi Brazil pada tahun 1988 di Australia. Hingga saat ini berbagai macam kompetisi futsal banyak digelar, termasuk di Indonesia bahkan hingga ke tingkat sekolah.

sejarah futsal indonesia

Sepintas aturan futsal mirip dengan sepakbola. Pemenang adalah tim yang paling banyak membobol gawan lawan. Tetapi satu tim dalam futsal hanya terdiri dari lima pemain, dengan satu di antaranya berposisi sebagai penjaga gawang. Berbeda dengan aturan sepakbola yang membatasi jumlah pergantian pemain, dalam futsal pergantian pemain dapat dilakukan sebanyak-banyaknya. Berbeda pula dengan sepakbola, bola yang digunakan untuk futsal juga lebih kecil, keras dan mudah memantul. Hal ini untuk membantu pemain mengontrol dan mengumpan bola dalam lapangan yang kecil. Dalam futsal, yang dibutuhkan adalah improvisasi, kreatifitas dan teknik.

Mulanya, futsal tidak diorganisir oleh FIFA seperti saat ini. Adalah FIFUSA (Federacion Internacional de Futbol de Salon) yang menyenggarakan kompetisi futsal dunia pertama kali tahun 1982 di Brazil. Baru pada tahun 2000, FIFA memiliki hak untuk mengorganisir dan menyelenggarakan kompetisi futsal dunia. Tetapi kemudian, pada tahun 2002, lahir organisasi bernama AMF (Asociacion Mudial de Futsal) yang juga fokus pada pengelolaan olahraga futsal. Inisiator AMF sendiri merupakan bekas pengurus dan anggota dari FIFUSA. Dualisme organisasi ini masih berlanjut hingga sekarang, bahkan hingga ke tingkat kontinental atau benua. Di Asia misalnya ada Confederation of Asian Futsal (CAFS) yang berafiliasi pada AMF, tetapi juga ada Asian Football Confederation (AFC) yang juga memiliki bidang dalam futsal.

futsal di indonesia

Dualisme tersebut juga menghasilkan dualisme aturan umum permainan (laws of the game) yang dipraktikkan dalam futsal saat ini, meskipun secara umum tidak terdapat perbedaan yang signifikan. FIFA menerbitkan ada 17 aturan umum yang mengatur tentang aturan seorang pemain dalam bermain futsal. Dalam aturan tersebut tertulis bahwa futsal dimainkan dalam 2 kali 20 menit dengan jeda istirahat selama 15 menit. Berbeda dengan aturan sepakbola di mana waktu terus berjalan, dalam futsal waktu akan dihentikan ketika bola mati atau keluar. FIFA juga membatasi jumlah pemain pengganti dalam sebuah pertandingan sebanyak 9 pemain.

Sama seperti dalam sepakbola, FIFA juga merilis peringkat futsal secara dunia. Per Juni 2019, Brazil, Spanyol, dan Iran adalah tiga negara teratas yang memuncaki peringkat futsal dunia. Dua negara lain yang menempati urutan lima besar adalah Rusia dan Argentina. FIFA sendiri sudah menyelenggarakan delapan kali Piala Dunia Futsal sejak 1989. Brazil mendominasi dengan meraih lima gelar juara. Tiga lainnya diperoleh oleh Spanyol dua kali dan Argentina sekali. Dominasi Brazil tidak dapat terbantahkan dimana tim Samba ini hanya sekali tidak berada di tiga besar, yakni tahun 2016 di Kolombia. Piala Dunia Futsal berikutnya akan dilaksanakan di Vilnius, Lithuania tahun 2020 mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here