Sejarah FIFA – Bermula dari 7 Negara Eropa

0
6712
Foto Source: daily.jstor

Federation Internationale de Football Association (FIFA) didirikan pada tanggal 21 Mei 1904 di Paris atas kesepakatan sejumlah perwakilan dari beberapa negara, yakni Perancis, Belgia, Denmark, Belanda, Swedia, Spanyol dan Swiss. Negara-negara tersebut diwakili oleh asosiasi sepakbola masing-masing yakni USFSA, UBSSA, DBU, NVB, SBF, ASF. Hanya Spanyol yang tidak diwakili oleh asosiasi negaranya, tetapi oleh klub Madrid Football Club. Negara-negara tersebut menyepakati FIFA sebagai payung organisasi yang mengelola sepakbola di Eropa, dan selanjutnya meluas pada seluruh dunia.

Mereka menyepakati bahwa FIFA akan menetapkan Statuta yang menjadi aturan bersama bagi para anggotanya. Inggris sebenarnya sudah memiliki FA sejak 1863 sehingga mereka menolak untuk bergabung saat pendirian FIFA. Inggris baru bergabung pada 1905.

Sejumlah Statuta yang pertama kali ditetapkan oleh FIFA adalah bahwa setiap asosiasi sepakbola tiap anggota mengakui otoritas FIFA dan sebaliknya FIFA juga menghormati asosiasi sepakbola masing-masing anggota; klub dan pemain tidak bisa bermain di dua asosiasi nasional yang berbeda; setiap asosiasi nasional menghormati aturan asosiasi negara lain; dan menyepakati aturan umum sepakbola dalam Law of Game yang akan disusun oleh FIFA.

Statuta juga menjabarkan tentang kewajiban setiap asosiasi nasional untuk membayar biaya tahunan sebesar 50 Franc Perancis. FIFA juga sudah merencanakan untuk mengadakan kompetisi internasional, di mana Pasal 9 Statuta FIFA memberikan hak untuk menyelenggarakan kompetisi tersebut. Meski demikian awalnya Statuta tersebut bersifat sementara, yang terus diperbaharui pada tahun-tahun berikutnya. Jerman menjadi asosiasi pertama di luar para perwakilan yang pertama kali membentuk FIFA. Setiap negara yang mengajukan diri menjadi anggota FIFA diminta untuk mematuhi Statuta tersebut. Saat ini sudah ada 211 asosiasi sepakbola nasional yang menjadi anggota dari FIFA, termasuk PSSI.

Sebagai payung tertinggi organisasi sepakbola dunia, FIFA juga membawahi enam konfederasi yang mewakili organisasi pengelola sepakbola di tingkat dunia. Mereka adalah UEFA di Eropa, CAF di Afrika, Concacaf di Amerika Utara dan Amerika Tengah, Conmebol di Amerika Selatan, OFC di Oseania, dan AFC di Asia.

FIFA adalah penyelenggara resmi Piala Dunia yang sudah diadakan pertama kali di Uruguay tahun 1930 hinggi di Rusia pada tahun 2018. Selain itu FIFA juga mengadakan Piala Dunia Wanita sejak tahun 1991. Pada tahun 2000, FIFA menyelenggarakan Piala Dunia Antarklub yang diikuti oleh juara masing-masing Liga Champions di tiap konfederasi. Pada tahun 2015, kompetisi yang sama diadakan untuk kategori wanita.

FIFA dipimpin oleh seorang presiden yang dipilih berdasarkan konferensi para anggota-anggotanya. Saat ini Presiden FIFA dijabat oleh Gianni Infantino yang berkebangsaan Swiss. Sebelumnya dijabat oleh Joseph Blatter, juga asal Swiss, yang menjabat sejak tahun 1998. Sebelum menjadi presiden, Blatter telah menjadi sekretaris jenderal sejak 1981. Sebelumnya ia juga telah menjadi petinggi FIFA sebagai Direktur Teknik di bawah kepemimpinan Presiden Joao Havelange dari Brazil.

Meski demikian FIFA dinilai tidak benar-benar bersih dalam mengelola sepakbola. Hal itu dikarenakan adanya indikasi korupsi, kolusi dan nepotisme yang telah terjadi puluhan tahun. Mantan presiden Blatter misalkan dituduh menerima suap atas keterpilihan Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun 2018 dan 2022.

Tahun 2006 Wakil Presiden FIFA Jack Warner juga dituduh secara ilegal memperjualbelikan ribuan tiket Piala Dunia di Jerman. Kasus yang melibatkan anak Jack tersebut, Daryan Warner, diduga merupakan bentuk pencucian uang. Secara total Jack dituduh bersalah pada 2013 dengan kerugian hingga 1,1 juta Dollar Amerika Serikat.

Demikian pula pada tahun 2010, ada dua anggota Komite Eksekutif FIFA yang diskorsing karena tertangkap memperdagangkan suara untuk pemilihan tuan rumah Piala Dunia. Selanjutnya pada 2015, Departemen Kehakiman Amerika Serikat berhasil menyelidiki dugaan pemerasan, penipuan dan pencucian uang yang dilakukan oleh sejumlah pejabat tinggi FIFA. Pada tahun 2016, Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke juga terpaksa diskorsing tidak bisa beraktivitas dalam sepakbola selama 12 tahun setelah terbukti menyalahgunakan wewenangnya ketika menjabat.Penyelidikan itulah yang kemudian menjadi pintu masuk atas dugaan pelanggaran yang dilakukan Blatter terhadap penentuan tuan rumah Piala Dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here