Olympique Lyon Pernah Mendominasi Ligue 1

0
59
Foto Source: ol

Sebelum Paris Saint-Germain (PSG) menguasai Ligue 1 atau Liga Perancis pasca diakuisisi oleh Qatar Investment Group tahun 2011, Olympique Lyon pernah merajai sepakbola Perancis. Lyon menjadi juara Ligue 1 selama tujuh musim berturut-turut sejak musim 2001-2002 hingga 2007-2008. Pada periode tersebut Lyon menjadi klub terkaya di Perancis sekaligus klub yang dikenal melahirkan pemain-pemain top seperti Michael Essien, Florent Malouda, Sidney Govou, Juninho Pernambucano, Eric Abidal, hingga Karim Benzema.

Pada April 2008, majalah Forbes sempat menempatkan Lyon sebagai klub dengan nilai termahal di dunia pada peringkat ke 13. Ketika itu Lyon bernilai 275,6 juta Euro. Selanjutnya pada tahun 2009, Deloitte Football Money League mencatat pendapatan Lyon tertinggi ke 12 di dunia dengan nilai mencapai 155,7 juta Euro. Hal tersebut merupakan buah dari keberhasilan Lyon mendominasi Ligue 1 selama tujuh musih berturut-turut.

Lantas, bagaimanakah Lyon bisa menjadi dominan pada masa itu? James Robinson dalam artikelnya di dreamteamfc.com mengulas sisi menarik dari Lyon yang sebenarnya tidak memiliki penyerang kelas dunia pada masa itu. Pasalnya penyerang utama Lyon tidak pernah mencetak lebih dari 16 gol dalam semusim pada masa keemasan klub berjul Les Gones tersebut. Selama tujuh musim juara berturut-turut, hanya sekali pemain Lyon pernah menjadi top skor.

Dua gelar juara Lyon dibantu oleh striker asal Brazil Sonny Anderson yang mencetak 14 dan 12 gol. Sonny sendiri direkrut tahun 1999. Musim berikutnya Peguy Luyindula menjadi andalan Lyon dengan mencetak 16 gol. Sidney Govou kemudian menjadi top skorer di gelar keempat Lyon dengan hanya 8 gol. Baru kemudian Fred Chaves menjadi pencetak gol terbanyak di dua musim berikutnya, dengan catatan 14 dan 11 gol.

Pada periode 2001-2007, daftar pencetak gol Ligue 1 didominasi oleh dua pemain, yakni Pedro Pauleta dan Djibril Cisse. Cisse menjadi top skor tahun 2002 dan 2004 dengan 22 dan 26 gol untuk Auxerre. Sementara Pauleta yang bermain untuk PSG menjadi top skor pada musim 2006 dan 2007 dengan 21 dan 15 gol.

Salah satu faktor bahwa Lyon tidak perlu striker kelas dunia, seperti PSG yang memiliki Neymar sekarang, adalah keberadaan gelandang Juninho yang dikenal sebagai spesialis tendangan bebas. Pemain bernama lengkap Antonio Augusto Ribeiro Reis Junior itu masuk dalam skuad Lyon selama tujuh musim tersebut. Juninho menjadi kartu as bagi Lyon yang bisa mencetak gol dari tendangan bebas, bahka dari jarak yang sangat jauh dari gawang sekalipun. Juninho bahwa mencetak dua digit gol pada empat musim dari masa kejayaan Lyon tersebut.

Di musim terakhir dominasi Lyon-lah, pemain mereka berhasil menjadi top skor. Ketika itu Karim Benzema menjadi top skor dengan 20 golnya. Ia sendiri merupakan pemain dari binaan akademi Lyon dan telah menjalani debut di Ligue 1 sejak tahun 2004.

Dominasi Ligue 1 juga berkorelasi dengan pencapaian mereka di level Eropa. Sejak musim 2003-2004 hingga 2012-2013, Lyon konsisten lolos ke fase gugur Liga Champions. Di tiga musim setelah Lyon menjuarai Ligue 1 pertamanya, mereka berhasil menembus perempat final. Langkah mereka di tiga musim itu dihentikan oleh, Porto, PSV Eindhoven dan AC Milan.

Di tiga musim berikutnya prestasi mereka agak menurun setelah hanya sanggup menembus babak 16 besar. Di tiga musim tersebut mereka disingkirkan oleh AS Roma, Manchester United, dan Barcelona. Baru pada musim 2009-2010 mereka kembali menunjukkan prestasi terbaiknya dengan mencapai babak semifinal. Sayangnya mereka disingkirkan oleh Bayern Munchen.

Selain tujuh gelar Ligue 1, Lyon juga sudah mengumpulkan delapan gelar Trophee des Champions, lima gelar Coupe de France, dan tiga gelar Ligue 2. Pemain tersering membela Lyon adalah Serge Chiesa dengan 541 pertandingan. Berikutnya disusul oleh mantan kiper Gregory Coupet yang mencatat 518 pertandingan. Coupet sendiri merupakan bagian dari skuad Lyon ketika mendominasi Ligue 1.

Adapun untuk pencetak gol terbanyak untuk klub saat ini dipegang oleh Fleury di Nallo dengan 182 gol. Di daftar tersebut ada nama Alexandre Lacazette yang sudah mencetak 129 gol. Juninho sendiri mencetak 100 gol untuk Lyon.

Meski pernah mendominasi Ligue 1, hingga kini Lyon belum pernah menjuarai Ligue 1 lagi. Bahkan mereka sempat berada di urutan kelima pada musim 2013-2014, yang menjadi pencapaian terendah dalam 20 musim terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here