Mengenal Pelatih Baru Barcelona, Quique Setien

    0
    82
    Barcelona Setien

    Mantan pelatih Real Betis, Quique Setien ditunjuk sebagai manajer Barcelona menyusul pemecatan Ernesto Valverde yang tak terhindarkan.

    Dengan Xavi dan Ronald Koeman menolak peluang melatih mantan klub mereka, petinggi Barca memilih Setien sebagai pelatih kepala baru dalam kesepakatan yang berjalan hingga 2022.

    Posisi Valverde di Camp Nou telah lama berada di bawah pengawasan, tetapi tekanan meningkat setelah Barcelona tersingkir di Supercopa dari Atletico Madrid.

    Dapat dipahami bahwa Barcelona pada awalnya ingin menunjuk Xavi sebagai pelatih untuk menggantikan Valverde, tetapi manajer Al-Sadd saat ini menyatakan bahwa opsi kembali ke bekas klubnya hanya akan terjadi di musim panas.

    Namun, Setien telah diberi kontrak hingga akhir musim 2022 yang secara efektif membuat peluang Xavi kembali ke Camp Nou tidak mungkin dalam jangka pendek.

    Mantan pelatih Betis dipilih di depan pelatih Barcelona B dan mantan pemain, Francisco Garcia Pimienta.

    Lalu, siapakah Quique Setien?

    Setien adalah gelandang berbakat untuk Racing Santander, klub kampung halamannya, tempat ia menghabiskan delapan tahun kariernya, mengumpulkan 205 penampilan dan mencetak 43 gol.

    Dia kemudian memiliki karier lainnya di klub La Liga bersama Atletico Madrid dan Logrones, sebelum pensiun di Levante.

    Pria berusia 61 tahun ini memulai karier kepelatihannya di Racing juga pada tahun 2000, bersama dengan peran manajerial di Poli Ejido dan Logrones sebelum melatih tim nasional Guinea Ekuatorial. Dia juga melatih Lugo selama lima tahun, di mana dia memimpin tim untuk promosi ke Segunda Division B.

    Pelatih asal Spanyol kemudian mengambil kendali Las Palmas, yang ia selamatkan dari degradasi di musim pertamanya dan membantu mereka finish di urutan ke-11.

    Musim kedua di Las Palmas, tim bersaing untuk menembus kompetis Eropa, tetapi performa tim dalam beberapa laga terakhir di La Liga – meskipun bukan tanpa Setien, tapi sang pelatih telah menanamkan gaya baru yang melibatkan sentuhan bola-bola pendek dan pengiasaan bola.

    Barcelona Setien

    Masa jabatannya yang mengesankan di Kepulauan Canary menarik perhatian Real Betis, yang menunjuknya sebagai manajer permanen pada 2017. Pada musim pertamanya di klub, ia mengembalikan Betis ke kompetisi Eropa, menang 5-3 dalam derby melawan Sevilla, memimpin tim ke posisi keenam dan mengamankan tempat di Liga Europa. Dia juga mengawasi kebangkitan pemain seperti Fabian Ruiz dan Junior Firpo di Seville, yang masing-masing pergi ke Napoli dan Barcelona.

    Musim kedua Setien di Real Betis mulai cukup menjanjikan, lolos ke semi-final Copa del Rey tetapi kalah melawan Valencia. Dia kemudian tereliminasi di Liga Europa di tangan Rennes dan kehilangan momentum di La Liga, dari berjuang untuk tempat Liga Champions hingga mendekam di papan tengah.

    Penurunan hasil yang terus-menerus membuatnya meninggalkan klub meskipun ada satu tahun tersisa di kontraknya.

    Sepakbola yang penuh warna dan menyerang yang sangat identik dengan Setien pertama kali muncul di masa-masa bermainnya, dan tetap dibawanya dalam karier kepelatihannya. Sepakbola berbasis penguasaan adalah salah satu ciri khas timnya, sering kali lebih menyukai formasi 4-2-3-1 dan menekankan pada serangan. Bukan kebetulan bahwa gaya yang disukainya telah membuatnya dibandingkan dengan legenda Barcelona, Johan Cruyff – seseorang yang telah lama ia kagumi.

    “Saya ingat ketika Johan Cruyff datang ke Barcelona,” Setien mengatakan pada The Coaches Voice pada 2019.

    “Anda bermain melawan mereka, dan Anda menghabiskan seluruh pertandingan untuk mengejar bola. Saya berkata pada diri saya sendiri:‘ Ini yang saya suka. Saya ingin berada di tim ini, dan tahu mengapa ini terjadi.

    “Bagaimana Anda bisa membuat tim memiliki bola secara permanen, sehingga lawan mengejar untuk seluruh pertandingan?

    “Sejak saat itu, saya mulai memahami apa yang saya rasakan sepanjang hidup, dalam melalui karier saya.

    “Saya mulai benar-benar menonton sepakbola. Untuk menganalisisnya. Untuk memahami apa yang saya rasakan, dan apa yang ingin saya praktikkan ketika saya menjadi pelatih.”

    Dan sekarang, dalam putaran nasib yang baik, ia telah diberi tantangan untuk diangkat menjadi manajer klub tempat gaya permainannya terlahir. Selamat bekerja di Barcelona, Setien.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here