Mengenal Jendela Transfer dalam Sepakbola

0
633
Foto Source: medium

Memasuki bulan Juli hingga Agustus setiap tahun biasanya menjadi bulan-bulan sibuk bagi klub-klub di Eropa. Meskipun kompetisi di liga domestik maupun Eropa belum dimulai, klub-klub disibukkan dengan persiapan menjelang musim kompetisi baru. Persiapan paling sibuk biasanya adalah berburu pemain incaran yang memang jadwalnya sudah disiapkan oleh UEFA pada bulan Juli hingga Agustus tersebut.

Bulan tersebut dikenal sebagai masa transfer window (jendela transfer). Setiap klub bebas untuk mengontak pemain buruannya dan mendatangkannya. Hal ini juga bisa dilakukan di luar masa jendela transfer, akan tetapi sang pemain baru bisa pindah pada masa jendela transfer tersebut dibuka. Jendela transfer ini sebenarnya merupakan istilah tidak resmi untuk menyebut masa registrasi pemain yang ditetapkan oleh FIFA pada bulan yang sama.

Ketika masa registrasi pemain telah ditutup, setiap klub tidak berhak lagi mengajukan pemain baru kepada FIFA dan federasi di negara asal klub tersebut. Hal inilah yang mendasari mengapa setiap perpindahan pemain biasanya dirampungkan pada masa jendela transfer.

Meski demikian setiap negara biasanya memiliki masa jendela transfer yang berbeda. Di luar negara-negara Eropa biasanya menetapkan masa jendela transfer pra musimnya di awal tahun, mengingat kompetisi dimulai di awal tahun. Brazil misalnya memiliki jadwal jendela transfer antara tanggal 1 Januari hingga 31 Maret. Atau Kenya yang menetapkan masa jendela transfernya pada tanggal 1 Desember hingga 31 Januari.

Tetapi ada pula negara-negara Eropa, khususnya Skandinavia, seperti Swedia dan Norwegia yang menetapkan masa jendela transfer pramusim di awal tahun. Hal ini dilakukan mengingat federasi tersebut terpaksa mengatur jadwal kompetisi di awal tahun untuk menghindari musim dingin yang cukup ekstrem melanda negara-negara utara tersebut.

Selain masa jendela transfer pramusim, FIFA juga memberikan kesempatan kepada klub-klub untuk melakukan registrasi ulang pemainnya di pertengahan musim. Oleh karena itu, di Eropa biasa dikenal jendela transfer musim dingin yang diadakan sepanjang bulan Januari. Sebaliknya di negara-negara yang menerapkan jendela transfer pramusimnya di awal tahun, maka mereka akan mendapatkan masa jendela transfer pertengahan musim di pertengahan tahun, antara Juli hingga Agustus.

Sebenarnya tidak ada ketentuan baku yang ditetapkan oleh FIFA dan otoritas sepakbola kontinental seperti UEFA atau CONMEBOL terkait dengan masa jendela transfer ini. FIFA hanya menentukan bahwa masa registrasi itu dilakukan selama 12 minggu. Oleh karena itu, tidak jarang aturan dari suatu federasi akan berbeda dengan aturan di federasi lainnya.

Sebagai contoh, untuk musim ini, 2019-2020, jendela transfer pramusim di Liga Inggris akan tutup lebih cepat dibanding dengan liga-liga lainnya seperti Liga Italia, Liga Spanyol, dan Liga Jerman. Bila jendela transfer di liga-liga tersebut terbuka hingga tanggal 31 Agustus, klub-klub di Liga Inggris hanya dapat melakukannya hingga tanggal 9 Agustus.

Liga Inggris menetapkan jendela transfer pramusim tahun ini ditutup lebih awal dari biasanya, agar ketika kompetisi sudah memasuki pekan pertama, tidak ada lagi pemain yang berganti klub. Pekan pertama Liga Inggris 2019-2020 sendiri akan dimulai pada tanggal 10 Agustus, sehingga sehari sebelumnya setiap klub sudah harus meregistrasi daftar pemainnya. Ketika registrasi itu dilakukan artinya sang klub juga tidak bisa lagi melakukan aktivitas tranfer atau jual beli pemain. Klub harus menunggu hingga jendela transfer berikutnya yakni pada Januari dibuka untuk dapat melakukan aktivitas transfer.

FIFA, UEFA, CONMBEBOL, dan sebagainya biasanya menetapkan sejumlah aturan untuk membatasi agar setiap klub tidak melakukan pembelian pemain secara besar-besaran. Hal ini untuk menghindari dominasi klub superkaya sekaligus untuk menjaga stabilitas keuangan klub yang bersangkutan. UEFA misalkan menerapkan aturan Financial Fair Play (FFP) kepada klub-klub Eropa, di mana terdapat batasan setiap klub dalam mengeluarkan dana membeli pemain sesuai dengan kemampuan klub tersebut. Bila melanggar ketentuan tersebut, klub bisa dihukum. Seperti AC Milan misalnya di musim ini dihukum tidak bisa berpartisipasi dalam Liga Europa 2019-2020 meskipun tim tersebut mendapatkan tiket. Alasannya klub tersebut melanggar aturan FFP.

Masa jendela transfer biasanya menarik pertahian para pendukung karena berharap bahwa pemain-pemain incaran dapat bergabung dengan klub favoritnya. Masa jendela transfer juga dapat menjadi masa dimana segala rumor dan ketidakpastian selama kompetisi berlangsung dapat terjawab. Sebagai contoh untuk jendela transfer musim ini, Eden Hazard dan Antoine Griezmann santer diberitakan akan hengkang sepanjang musim lalu. Rumor tersebut akhirnya terjawab setelah keduanya pindah ke Real Madrid dan Barcelona di masa jendela transfer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here