Liverpool Potong Gaji Beberapa Staf, Pendukung Klub Minta Kejelasan

0
195
Liverpool Gaji

Kelompok pendukung Liverpool yakni Spirit of Shankly meminta Liverpool untuk menjelaskan keputusan mereka untuk memotong gaji sejumlah staf di tengah krisis corona virus.

Seperti yang kita ketahui bahwa anggota tenaga kerja yang terkena dampak pandemi COVID-19 dapat mengklaim 80 persen dari gaji mereka – hingga 2.500 poundsterling sebulan – dari pemerintah Inggris di bawah skema tersebut.

Disaat Liverpool tidak mengalami kerugia dalam hal pendapatan keputusan mereka sangat dipertanyakan dan langkah ini banyak dikritik orang-orang, termasuk oleh mantan pemain The Reds, Jamie Carragher dan Dietmar Hamann.

Liverpool mengumumkan keuntungan sebelum pajak sebesar 42 juta poundsterling pada bulan Februari, dengan laporan keuangan tahunan menunjukkan uang sebsar 223 juta poundsterling dihabiskan untuk mendatangkan pemain baru pada musim 2018-19.

Dalam sebuah surat terbuka kepada CEO Liverpool, Peter Moore, Spirit of Shankly menyuarakan keprihatinan atas kerusakan yang dibuat dalam hal pengurangan gaji para staf yang terdampak karena terhentinya kompetisi yang disebabkan virus corona.

“Kami memahami ini, pada dasarnya ini adalah masalah karyawan / majikan, tetapi sebagai perwakilan pendukung resmi LFC yang diakui, kami prihatin dengan kerusakan yang menyebabkan reputasi dan nilai-nilai klub kami,” tulis surat yang ditandatangani oleh Joe Blott selaku pemimpin.

Kelompok penggemar Liverpool juga meminta kejelasan tentang detail-detail yang lebih merinci, di antaranya jumlah karyawan yang tidak terlibat, sambil menambahkan mereka “menantikan tanggapan yang cepat dan komprehensif”.

Liverpool Gaji

Carragher menyatakan “rasa hormat dan niat baik” yang diperoleh Liverpool setelah upaya yang dilakukan oleh manajer Jurgen Klopp dan kapten Jordan Henderson – yang dilaporkan mempelopori upaya pemain Liga Premier untuk mengumpulkan dana untuk layanan kesehatan di Inggris, kini telah hilang.

Mantan rekan setimnya, Hamann, sementara itu, kaget dengan keputusan klub, menulis langkah itu “bertentangan dengan moral dan nilai-nilai klub yang saya kenal”.

Liverpool saat ini unggul 25 poin di puncak klasemen, mereka berada di jalur untuk memenangkan gelar liga pertama di era Liga Premier.