Klub dengan Raihan Poin Terendah di Liga Inggris

0
59
Foto Source: premierleague

Hingga musim 2019-2020 tercatat ada 49 klub di Inggris yang pernah merasakan kasta tertinggi Liga Primer Inggris. Catatan itu diperoleh dari 27 musim Liga Primer yang sudah berlangsung sejak tahun 1992. Dari 49 klub itu ada enam klub yang selalu tampil atau belum pernah terdegradasi, yakni Arsenal, Chelsea, Everton, Liverpool, Manchester United, dan Ottenham Hotspur. Dari 49 klub di 27 musim tersebut berikut ini adalah daftar klub dengan raihan poin terendah.

  1. Derby County 2007-2008, 11 Poin

Klub berjuluk The Rams ini promosi dari Divisi Championship dari jalur play off sebelum berada di Liga Primer. Jalur ini adalah jalur yang diperebutkan klub peringkat tiga hingga enam klasmen Divisi Championship. Dalam mengarungi Liga Primer, Derby hanya menghabiskan 3,95 juta Poundsterling untuk belanja pemain, 10 pemain baru di awal musim dan 9 di pertengahan musim. Di enam pertandingan awal Derby hanya meraih satu kemenangan saat mengalahkan Newcastle United dengan skor 1-0. Itu ternyata menjadi kemenangan satu-satunya bagi Derby. Manajer sempat berganti dari Billy Davies pada Paul Jewell. Pada bulan Maret, Derby sudah dipastikan degradasi, tercepat dalam sejarah Liga Primer. Di akhir musim, mereka hanya mengumpulkan 11 poin. Defisit golnya yang terburuk dalam sejarah Liga Primer: minus 69.

  • Sunderland 2005-2006, 15 Poin

Klub berjuluk The Black Cats ini adalah salah satu klub paling sering terdegradasi yakni empat kali. Tetapi musim terburuknya adalah pada musim 2005-2006 saat hanya mengumpulkan 15 poin. Di lima pertandingan awal, Sunderlang menderita kekalahan dan sepanjang musim hanya meraih tiga kemenangan. Padahal sebelumnya mereka berstatus sebagai juara Divis Championship yang mengumpulkan 94 poin. Selisih poin mereka berjarak 23 poin dari peringkat 17, batas aman degradasi. Ketika itu Portsmouth mengumpulkan 38 poin.

  • Aston Villa 2015-2016, 17 Poin

Sebelum memulai kompetisi, klub berjulu The Villans ini kehilangan dua pemain kuncinya, Christian Benteke dan Fabian Delph. Villa diarsiteki oleh Tim Sherwood. Musim sebelumnya Sherwood berhasil menghindarkan Villa dari degradasi. Di pertandingan pertama Villa sebenarnya mengalahkan Bournemouth. Tetapi di senam pertandingan berikutnya Villa terus kalah sehingga Sherwood dipecat dan diganti manajer asal Perancis, Remy Garde. Garde berhasil memberi dua kemenangan tetapi kemudian mengalami 11 kekalahan beruntun yang tidak bisa menyelamatkan Villa dari dasar klasmen.

  • Sunderland 2002-2003, 19 Poin

Tiga manajer menangani Sunderland di musim ini, mulai dari Peter Reid, Howard Wilkinson, dan Mick McCarthy. Sunderland hanya mencetak 21 gol sepanjang musim, dengan enam diantaranya dicetak Kevin Phillips. Sunderland juga hanya meraih empat kemenangan. Salah satu kemenangan itu didapat setelah mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1. Pada musim ini, Sunderland mengalami 15 kekalahan beruntun yang menjadi rekor terburuk dalam sejarah Liga Primer.

  • Portsmouth 2009-2010, 19 Poin

Klub berjuluk The Pompey ini masalah keuangan karena gaji para pemain yang terlampau mahal sejak musim sebelumnya. Pemiliknya Ali al-Faraj menunggak pembayaran para pemain dan staf sehingga performa klub ini jeblok. Akibat itu pula poin Portsmouth dikurangi 9 sejak awal musim. Sehingga Portsmouth hanya berhasil mengumpulkan 19 poin di akhir klasmen. Kini Portsmouth berada di League Two, kasta keempat dalam kompetisi liga di Inggris.

  • Fulham 2018-2019, 22 Poin

Fulham menghabiskan 100 juta Poundsterling untuk memulai musim ini, termasuk mendatangkan Andre Schurrle. Tetapi penampilan Fulham yang baru kembali promosi ini mengecewakan. Manajer Slavisa Jokanovic dipecat dan diganti mantan manajer Leicester City Claudio Ranieri. Sayangnya Ranieri hanya mampu memberi tiga kemenangan dari 17 pertandingan. Fulham juga disingkarkan klub divisi bawah Oldham di Piala FA pada Januari. Di akhir musim Fulham duduk di urutan ke 19, hanya lebih baik dari Huddersfield Town.

  • Watford 1999-2000, 24 Poin

Klub berjuluk The Hornets ini tampil buruk setelah berhasil promosi di musim sebelumnya. Di awal musim, Watford membeli Heidar Helguson dan Nordin Wooter sebagai striker tetapi hanya mencetak 10 gol. Di akhir musim Watford Cuma mengumpulkan 24 poin dan kembali terdegradasi.

  • Sunderland 2016-2017, 24 Poin
  • Queens Park Rangers 2012-2013, 25 Poin
  • Wolverhampton Wanderers 2011-2012, 25 Poin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here