Ketika Francesco Totti Abadi Bersama AS Roma

0
812
Foto Source: en.as

NAMA Francesco Totti begitu melegenda di kalangan suporter AS Roma di Italia. Dialah Pangeran Roma. Pada sisi lain, dia disebut sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik di negara itu. Ia hanya bermain untuk satu klub saja;  i Giallorossi.

Totti adalah salah satu dari sedikit pemain yang telah bermain untuk satu klub sepanjang karier profesional.  Bersama AS Roma di memainkan 786 pertandingan untuk klubnya. Pada hari Minggu, 28 Mei 2017, Francesco Totti mengakhiri karir 24 tahun yang tak terlupakan, hanya untuk satu klub.

Momen perpisahan itu terjadi usai laga Roma mengalahkan Genoa 3-2 untuk mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions untuk musim berikutnya. Pengeran Roma — begitu julukan untuknya, mengucapkan selamat tinggal kepada penggemarnya di Stadio Olimpico.

Awal Debut

Pada usia pada usia 16 tahun, Totti melakukan debut bersama Seriggala Roma. Ia adalah pemain sepak bola yang tajam sejak kecil. Ia sudah bergabung dengan barisan pemuda Roma saat berusia 13 tahun. Dia dianggap sebagai salah satu pemain paling ikonik di Roma selama lebih dari dua dekade. 

Totti memulai sebagai gelandang serang tetapi juga bermain sebagai striker untuk klub dan negaranya selama karirnya. Dia adalah salah satu skuad di Timnas Italia yang memenangkan Piala Duniayang diadakan di Jerman pada tahun 2006. Perannya sebagai playmaker banyak dipuji publik.

Francesco Totti lahir pada 27 September 1976 di Roma, Italia dari ayah Lorenzo Totti dan istrinya Fiorella Totti. Tidak banyak yang diketahui tentang pekerjaan orang tua Totti tetapi ibunya memang memiliki minat aktif dalam karir awalnya sebagai pesepakbola.

Dia adalah penggemar sepak bola Italia Giusseppe Giannini dan mulai bermain sepak bola sejak kecil. Di masa kecilnya, ia pemain bola jalanan. Baru kemudian sebelum 8 tahun Totti kecil bergabung dengan kelompok muda klub Fortitude. Selanjutnya, ia bermain untuk tim muda di Smit Trastevere dan Lodigani.

Pada tahun 1989, Totti memasuki tim muda yang didirikan di Roma. Ia tampil mengesankan lalu menjadi incaran beberapa klub. Faktanya, AC Milan juga tertarik padanya, tetapi sang ibu tak mengizinkannya untuk tinggal di Milan. Klub lain yang berbasis di Roma seperti Lazio juga sudah siap untuk mendapatkannya. Salah satu pelatih muda di Roma meyakinkan orang tua Totti untuk memberi izin bergabung dengan Roma.

Setelah bermain untuk tim muda di Roma, Totti melakukan debut di tim seniornya pada 28 Maret 1993 ketika dia berusia 16. Dua tahun setelah melakukan debutnya, dia menjadi pemain reguler di tim. Selama periode itu ia mencetak 16 gol untuk. Kemudian dia menjadi penggawa utama dalam barisan Roma.

Ketika Zdenak Zeman ditunjuk sebagai manajer Roma pada tahun 1997 Totti berkembang menjadi gelandang serang. Ia membuat sejumlah assits untuk timnya dan mencetak delapan gol ketika Roma menyelesaikan musim di posisi keempat. Tahun berikutnya pada tanggal 31 Oktober, Totti diangkat sebagai kapten klub.

Pada tahun 1998, ia melakukan debut untuk tim nasional Italia dalam pertandingan kualifikasi untuk Kejuaraan Eropa. Dua tahun kemudian, Totti mencetak dua gol untuk Italia yang akhirnya menjadi runner-up di Prancis.

Pada tahun 2001, Totti membantu Roma memenangkan gelar liga Italia. Saat itu ia mencetak delapan gol di liga dalam posisinya sebagai gelandang serang. Itu adalah gelar domestik untuk Roma setelah 18 tahun puasa tropi. Selama empat tahun berikutnya sampai manajer Fabio Capello pergi, Totti terus menjadi striker yang produktif untuk Roma. Tapi klub tidak dapat memenangkan trofi utama.

Pada tahun 2004, ia memimpin Italia di Kejuaraan Eropa. Akibat pertengkarannya dengan seorang pemain dalam pertandingan melawan Denmark, ia dan Italia tersingkir di babak penyisihan. Dua tahun kemudian di Piala Dunia di Jerman, Totti menjadi pemain penting di Italia memenangkan gelar. Dia mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional pada tahun berikutnya.

Dari musim yang dimulai pada 2005, Totti mulai memainkan peran yang jauh lebih penting ketika ia menjadi striker Roma. Musim berikutnya ia membukukan 26 gol di liga. Ia juga membantu klub memenangkan dua gelar. Totti menderita cedera yang berpengaruh pada prestasi klub.

Di bawah manajer Luis Enrique, dia mulai bermain sebagai ‘playmaker’ untuk tim. Selama 3 musim berikutnya, Totti menjai pemain dengan rekor penampilan tertinggi untuk Roma dengan 748. Totti mencetak 307 gol untuk Roma di semua kompetisi hingga saat ini. [dari berbagai sumber]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here