Kecelakaan Pesawat Dalam Sepakbola

0
737
Foto Source: atlas-mag

Tanggal 28 November tahun 2016 silam dunia dikejutkan dengan berita mengenai kecelakaan pesawat yang menimpa rombongan pemain dan ofisial klub asal Brazil Chapecoense. Pesawat Avro RJ85 bernomor penerbangan 2933 tersebut membawa total 77 penumpang. Rombongan klub Chapecoense tersebut sedianya akan bertanding di babak final Copa Sudamericana di Medellin, Kolombia. Padahal pertandingan tersebut sangat bersejarah bagi klub mengingat tahun itu adalah pencapaian tertinggi yang pernah dicapai dalam sejarah klub.

Kecelakaan naas yang menimpa Chapecoense hanya berjarak lima menit dari jadwal pendaratan pesawat di Bandara Internasional Jose Maria Cordova di Rionegro, Kolombia. Ada 17 pemain Chapecoense meninggal dunia dari kejadian tersebut, dan hanya 3 yang berhasil selamat. Dari total 77 penumpang, hanya 6 orang yang selamat.

Tiga pemain Chapecoense yang selamat dari kejadian tersebut adalah kiper Jakson Ragnar Follmann, bek kiri Alan Luciano Ruschel, dan bek Helio Hermito Zampier. Ayah Follmann, Paulo, menyebut bahwa keselamatan anaknya adalah keajaiban dari Tuhan, mengingat bahwa persentase peluang hidup kecelakaan pesawat yang secara praktis adalah nol. Pasangan Ruschel bercerita bahwa sebelumnya ia telah meminta Ruschel tidak berangkat ke Kolombia karena paspornya hilang di rumah. Adapun Helio sempat mengalami kondisi kritis dengan kerusakan pada tengkorak, rongga dada dan paru-parunya.

Diantara pemain yang meninggal adalah pemain berpengalaman Cleber Santana Loureiro. Gelandang berusia 35 tahun tersebut sempat bermain bersama Atletico Madrid. Ada sembilan pemain Chapecoense yang tidak ikut dalam perjalanan klub tersebut ke Kolombia. Mereka adalah Alejandro Martinuccio, Nenem, Demerson, Marcelo Boeck, Andrei, Hyoran, Nivaldo, Moises, dan Rafael Lima. Beberapa pemain tersebut seperti mendapat keberuntungan akibat batal terbang bersama rekan-rekannya.

Kiper Boeck misalnya tidak terbang karena sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 32 di rumah. Martinuccio tidak terbang karena sedang mengalami cedera. Adapun pemain veteran Nivaldo tidak diikutkan karena dipersiapkan untuk pertandingan melawan Atletico Mineiro di kompetisi liga. Pertandingan tersebut akan spesial karena menjadi pertandingan ke-300 untuk Nivaldo. Keberuntungan juga menghampiri anak dari Manajer Luiz Carlos Saroli yakni Matheus. Matheus sedianya ikut dalam rombongan tetapi tinggal di Brazil karena kehilangan paspornya.

Kecelakaan pesawat seperti yang menimpa Chapecoense sebelumnya memang pernah juga menimpa klub maupun tim nasional sepakbola yang akan bertanding ke tempat lain. Setidaknya ada lima kecelakaan naas lain yang pernah tercatat dalam sejarah sepakbola. Kelima kejadian tersebut adalah:

  1. Kecelakaan Torino tahun 1949

Kecelakaan ini terjadi tanggal 4 Mei ketika membawa 31 penumpang yang mayoritas adalah pemain Torino. Pesawat yang membawa rombongan pemain dan ofisial Torino ini menabrak bukit Superga di Italia bagian Utara. Akibatnya para penumpang meninggal terbakar. Italia yang berpartisipasi dalam Piala Dunia 1950 kemudian kehilangan beberapa pemain intinya akibat kejadian ini.

  • Kecelakaan Manchester United tahun 1958

Kecelekaan ini mungkin yang paling terkenal karena membawa pemain Manchester United yang dikenal sebagai “Busby Babes”, yang merujuk pada anak asuh manajer Matt Busby yang tengah naik daun. Kecelakaan ini terjadi ketika The Red Devils kembali ke Inggris setelah bertanding melawan Red Star di Beograd, Serbia. Ada 21 pemain dan ofisial Manchester United yang tewas akibat kecelakaan tersebut. Tetapi salah satu korban selamat Bobby Charlton, kemudian menjadi pemain kunci bagi Manchester United dan Inggris. Charlton membawa Inggris juara di Piala Dunia tahun 1966.

  • Kecelakaan Pakhtakor Tashkent tahun 1979

Kecelakaan naas dialami oleh 84 penumpang yang diantaranya adalah para pemain klub asal Uzbekistan FC Pakhtakor Tashkent. Mereka tengah dalam perjalanan dari Donetsk (Ukraina) ke Minsk (Belarusia) pada tanggal 11 Agustus 1979. Pesawat mengalami kecelakaan setelah bertabrakan dengan pesawat dari Voronezh (Rusia) menuju Kishinev (Moldova). Kecelakaan yang secara total menewaskan 178 orang itu terjadi karena kesalahpahaman terkait instruksi pengontrol lalu lintas udara.

  • Kecelakaan Allianza Lima tahun 1987

Kecelakaan ini terjadi pada tanggal 8 Desember. Dari 43 penumpang yang menaiki pesawat Fokker F-27 Angkatan Laut Peru, ada 16 pemain, ofisial, dan wasit yang menjadi korban. Pesawat mengalami kecelakaan ketika hendak melakukan pendaratan. Hanya pilot yang berhasil selamat dari kejadian tersebut. Salah seorang pemain, Alfredo Tomassini, sempat turun dari pesawat tetapi akhirnya tenggelam karena cedera dan kelelahan.

  • Kecelakaan Timnas Zambia tahun 1993

Kecelakaan ini terjadi tanggal 27 April ketika pesawat militer DHC-5 Buffalo Zambia jatuh di Libreville, Gabon. Dari 30 penumpang pesawat ada 18 pemain tim nasional sepakbola Zambia. Padahal Zambia akan berhadapan dengan Senegal di Dakar dalam babak kualifikasi untuk Piala Dunia tahun 1994. Invesitgasi menemukan bahwa terjadi kegagalan mesin pesawat yang akhirnya menjadi penyebebab dari kecelakaan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here