Jose Mourinho: VAR Membunuh Sepakbola

0
806
Mourinho VAR

Pelatih Tottenham, Jose Mourinho yakin VAR “membunuh liga terbaik di dunia” ketika Spurs mengajukan banding kartu merah Son Heung-min dalam kekalahan mereka dari Chelsea.

Son diusir dari lapangan karena menendang bek Chelsea Antonio Rudiger saat Tottenham kalah 2-0 di London.

Insiden kartu merah terjadi pada menit ke-62 mengikuti intervensi VAR karena reaksi Son sebagai balasan atas tekel Rudiger, Mourinho murka karena wasit Anthony Taylor awalnya tidak melihat pelanggaran ini sebagai insiden kartu merah sebelum ia diberi info oleh VAR yang saat itu dipimpin Paul Tierney.

“Situasi dengan Son, saya pikir Mr Tierney salah. Ini keputusan yang salah,” kata Mourinho. “Ini adalah Inggris, Liga Premier, kompetisi terbaik di dunia, dengan karakteristik bahwa jika kita mengubahnya, kita akan membunuh liga terbaik di dunia.

“Paul Tierney memutuskan ya dan Anthony Taylor, dalam waktu sebenarnya, hanya berjarak lima meter dari situasi itu, ia memutuskan tidak (kartu merah). Jadi siapa yang menjadi wasit pertandingan? Bukan Mr Taylor. Itu adalah Mr Tierney.

“VAR seharusnya mendukung sepakbola, untuk membawa kebenaran ke tontonan. Mereka melakukan itu dengan keputusan penalti dan mereka membunuh pertandingan dengan keputusan Son.”

Mourinho VAR

Hasil ini membuat Tottenham berada di posisi ketujuh, terpaut enam poin dari Chelsea yang menempati tempat keempat dan posisi terakhir untuk lolos ke Liga Champions.

Tottenham hanya meraih dua clean sheet dalam 18 pertandingan Liga Premier musim ini, dengan salah satu dari mereka datang dalam enam pertandingan Mourinho.

“Saya tahu bagaimana memperbaikinya. Tetapi untuk melakukannya, 100 persen saya butuh kualitas dari tim,” tambah mantan bos Manchester United itu.

“Tidak sulit untuk menempatkan semua fokus pada clean sheet, pada peningkatan organisasi defensif dan mencoba untuk memperkecil kesalahan. Tetapi dengan para pemain yang kami miliki, dan kebiasaan mereka, hal yang sulit adalah untuk memperbaikinya dengan bertahan tanpa kehilangan kualitas karena kita tim ofensif. Jadi kita perlu waktu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here