Jose Mourinho, Pelatih Kontroversial dan Pragmatis Bergelimang Gelar

0
181
Foto Source: fifa

The Special One. The Fantastic One. The Only One. Itu adalah deretan julukan bagi pelatih yang satu ini. Tetapi julukan itu bukan disematkan oleh media atau publik. Julukan itu datang dari dirinya sendiri. Ialah Jose Mario dos Santos Felix atau Jose Mourinho. Pelatih asal Setubal, Portugal ini bukan sembarang pelatih. Ia membuktikan dirinya berhasil meraih berbagai gelar liga di liga top Eropa hingga Liga Champions Eropa. Sehingga, wajar saja bila ia percaya dirinya menyebut dirinya julukan tersebut.

Mourinho memulai karirnya dalam manajerial sepakbola profesional sebagai penerjemah dan asisten manajer di Barcelona dan Porto di bawah pelatih macam Sir Bobby Robson dan Louis van Gaal. Ia juga sempat menjadi asisten pelatih di Benfica. Tetapi ia hanya menangani klub tersebut di sembilan pertandingan saja. Mourinho mendapat tawaran dari Newcastle. Tetapi karena tidak sepakat mengenai kontrak dan adanya politik internal klub tersebut, ia tidak jadi melatih.

Karirnya mulai mendpat perhatian ketika ia berhasil mengangkat tim medioker portugal Uniao de Leiria berada di posisi keempat Liga Portugal dan sempat mencatat rekor tak terkalahkan dalam 8 pertandingan. Apalagi ia dikenal sebagai pelatih yang gemar menciptakan kontroversi. Pada Januari 2002, Porto merekrutnya. Di tahun pertama, ia berhasil mengangkat Porto dari urutan kelima ke ketiga dengan rekor tak terkalahkan di 15 pertandingan. Ia berjanji musim berikutnya, Porto akan menjuarai Liga Portugal. Ia memenuhi janjinya, bahkan dengan menciptakan rekor meraih 86 poin. Setahun berikutnya, Mourinho memberi kejutan lagi bersama Porto. Ia berhasil menjuarai Liga Champions meski tidak diunggulkan.

Keberhasilannya bersama Porto lantas membuat pemilik Chelsea Roman Abramovich kepincut. Ia pindah ke Chelsea pada 2004. Tak butuh lama untuk berhasil, Mourinho langsung memberi gelar Liga Inggris untuk pertama kali bagi Chelsea dalam 50 tahun terakhir. Ia juga berhasil mencapai 95 poin dan hanya kebobolan 15 gol dari 38 pertandingan! Kala itu, dua raihan itu menjadi rekor di Liga Inggris. The Special One menukangi Chelsea hingga 2007 dan menjadi pelatih tersukses sepanjang sejarah klub.

Tahun 2008, raksasa Italia Inter Milan merekrutnya. Tahun 2010, ia berhasil meraih treble winners, dengan menjuarai Serie A, Copa Italia, dan Liga Champions. Musim tersebut merupakan musim terbaik dalam sejarah baik untuk Mourinho maupun Inter Milan. Mourinho lantas pindah ke raksasa Spanyol Real Madrid. Tetapi capaiannya tidak memenuhi ekspektasi klub. Dalam dua musim ia hanya mempersembahkan satu gelar La Liga dan satu Copa del Rey. Musim terakhirnya di Real Madrid yang nirgelar kemudian membuatnya hengkang dari klub tersebut, dan ia menyebutnya sebagai musim terburuk dalam karirnya.

Musim 2014-2015 ia kembali ke klub lamanya, Chelsea, dan kembali memberi gelar Piala Liga dan Liga Inggris. Tetapi musim berikutnya ia dipecat karena performa buruk, hanya meraih 11 poin dalam 12 pertandingan. Ia kemudian menukangi Manchester United pada tahun 2016 hingga 2018, dimana ia berhasil memberi gelar Piala Liga dan Liga Europa di musim debutnya.

Sebagai pelatih, Mourinho dikenal cakap dalam menyusun taktik, manajemen permainan, dan kemampuan beradaptasi untuk situasi yang berbeda. Ia teliti pada hal detail, perencanaan, dan baik dalam membangun komunikasi permainan. Tetapi formasi yang dia terapkan biasanya terpaku pada pola 4-3-3 atau 4-4-2, yang terkadang bertransformasi menjadi 4-5-1. Sejak awal karirnya, ia dikenal menyukai pemain dengan karakteristik tertentu seperti gelandang tengah yang kuat dan stabil maupun pemain sayap yang punya kecepatan.

Meski demikian pendekatan taktiknya dinilai pragmatis karena sangat mementingkan hasil. Bagi Mourinho menang 1-0 dengan 10-0 sama saja karena bernilai tiga poin. Sehingga ia lebih menyukai tim yang konsisten menang meski secara permainan tidak baik. Hal ini kontras dengan beberapa manajer seperti Pep Guardiola yang sangat mendewakan penguasaan bola dan proses permainan ketimbang hasil. Alhasil pendekatan ini menjadi bumerang baginya ketika menukangi klub yang terbiasa menyerang dan menguasai bola seperti Real Madrid dan Manchester United. Di dua klub tersebut ia kesulitan mengelola pemain-pemain bintangnya karena membatasi mereka untuk bermain kreatif.

Selain pragmatis, ia juga dikenal sebagai pelatih yang kontroversial. Ia kerap mencibir pemain maupun pelatih lawan secara terang-terangan baik di dalam maupun luar lapangan. Tetapi ada sisi unik pula dari pelatih yang sudah meraih 25 gelar ini. Misalnya The Guardian merilis bahwa ketika menukangi Manchester United, Mourinho memilih tinggal di hotel, alih-alih membeli rumah. Ia tinggal di The Lowry Hotel, Salford, dengan tagihan sekitar 600 Poundsterling per malam. Mourinho baru check out dari hotel tersebut setelah dipecat oleh The Red Devils atau setelah ia menginap selama 895 malam. Tagihannya mencapai 537 ribu Poundsterling. Ini mungkin menjadi catatan inap terlama yang pernah dilakukan seseorang di dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here