Jordan Henderson – Sebuah Karier yang Dihabiskan untuk Membuktikan Kritik

    0
    636

    Jika ditanya tentang pemain Liverpool mana yang kerap dikritik karena penampilannya, maka jawabannya mungkin adalah sang kapten yaitu Jordan Henderson.

    Tapi terlepas dari semua kritikan itu, Henderson tidak pernah lelah untuk membuktikan kepada orang-orang yang menilainya dengan salah.

    Dimulai di final Liga Champions di Madrid, saat peluit akhir berbunyi, sebagian besar pemain Liverpool berlari dengan penuh gembira, namun Henderson memiliki gestur yang berbeda. Kapten Liverpool membungkukkan badannya karena lega.

    Tiga detik kemudian, Henderson mencoba berdiri tetapi ia menyerah lagi, kakinya masih belum siap. Dibutuhkan dukungan Adam Lallana untuknya berdiri dan berjalan beberapa langkah ke depan. Begitu Lallana meninggalkannya, Henderson menundukkan kepalanya lagi. Sebuah reaksi yang menunjukkan betapa besarnya tanggung jawab yang telah ia pikul dan perjuangannya untuk sampai ke sana.

    Hasil gambar untuk henderson champions league final

    Henderson tidak pernah berpikir dia akan sampai pada titik itu karena empat minggu sebelumnya, ia menderita cedera lutut dalam leg pertama semifinal Liverpool melawan Barcelona. Namun, Henderson ingin tetap di lapangan, sehingga ia harus menerima suntikan penghilang rasa sakit. Dia takut musimnya akan berakhir. Tapi, dalam perspektif yang lebih luas, itu baru dimulai.

    Setelah luapan emosi, Henderson merayakan keberhasilannya menjadi juara Liga Champions dengan teman satu timnya dan tentu saja, Jurgen Klopp. Kapten Liverpool lalu punya satu misi lagi. Berjalan ke sudut lapangan, di mana dia tahu ayahnya menonton pertandingan.

    Brian Henderson menderita kanker tenggorokan pada 2013 dan meminta putranya untuk tidak melihatnya karena takut akan mengganggu kariernya. Dalam hiruk-pikuk reaksi olahraga, mereka berpelukan dan tidak pernah ada yang ingin melepaskannya, pengorbanan yang sepadan.

    Hasil gambar untuk henderson dad champions league final

    Di situlah letak keajaiban olahraga. Satu narasi membentuk kisah manusia yang hampir tak terbatas, masing-masing saling terkait.

    Henderson adalah kapten Liverpool dan pemain terlama mereka. Keempat pemain sebelumnya yang telah menjadi kapten Liverpool dan meraih Piala Eropa (Emlyn Hughes, Graeme Souness, Phil Thompson dan Steven Gerrard) rata-rata memiliki lebih dari 550 pertandingan dalam balutan seragam The Reds, tetapi bagi Henderson, perjalanannya sedikit berbeda.

    Henderson nyaris bergabung dengan Manchester United, namun Alex Ferguson menilai gaya berlarinya aneh dan akan menyebabkan dia mengalami masalah cedera. Pada 2012, setahun setelah bergabung dengan Liverpool, Henderson dibuat menangis ketika dia diberitahu oleh Brendan Rodgers bahwa dia harus bergabung dengan Fulham dalam kesepakatan pertukaran untuk Clint Dempsey.

    Bahkan di bawah Klopp, semuanya tidak berjalan mulus. Ketika Liverpool mengontrak Fabinho, Naby Keita, Alex Oxlade-Chamberlain dan Georginio Wijnaldum selama dua tahun, sebagian besar memperkirakan sang kapten akan kehilangan status dan posisinya di tim. Henderson dinilai hanya akan menjadi sasaran kritik. Saya akan dengan senang hati memasukkan diri saya ke dalam daftar orang-orang yang meragukan kemampuannya, dan juga dengan senang hati mengakui bahwa saya salah.

    Gambar terkait

    Bahkan musim lalu, Henderson cukup khawatir dengan tempatnya menyusul kesuksesan Fabinho sebagai gelandang bertahan sehingga ia mendekati Klopp untuk mengambil peran yang berbeda. Alih-alih menerima nasibnya, Henderson memohon agar ia dimainkan sebagai No.8. Klopp terkesan, memberi Henderson kesempatan untuk membuktikan dirinya dan kemudian meminta maaf di depan umum karena terpesona oleh penampilannya di posisi baru.

    Setiap kali kami berharap kariernya di Liverpool akan segera berakhir, Henderson membantah dengan teorinya. Dia adalah satu dari empat pemain yang selalu bermain dilebih dari 150 pertandingan Liga Premier untuk Klopp. Menggambarkan perannya yang sangat penting.

    Gambar terkait

    Mungkin masih banyak yang ingat dengan pidato Klopp baru-baru ini di FIFA’s The Best Awards, Klopp menegaskan bahwa “Siapa pun yang tidak mencintai Liverpool, tidak punya hati”.

    Perkataan Klopp bagaikan alat motivasi, dan semuanya masuk akal secara logis. Kasarnya bagi Klopp, berlari lebih keras, lebih cepat dan lebih lama dapat membuat perbedaan dan Henderson adalah perwujudan dari gambar itu. Setiap kali dia dikritik, dia membuktikan kualitas. Setiap kali dia berhasil, dia menggunakan kesuksesan itu sebagai bahan bakar untuk melaju lebih kencang.

    “Pekerjaan paling sulit dalam 500 tahun terakhir sepakbola adalah menggantikan Steven Gerrard,” kata Klopp pada bulan April. “Dalam benak orang-orang itu, jika bukan Stevie, maka itu tidak cukup baik. Tapi menurut saya, Hendo adalah pemain yang brilian. Jika saya harus menulis buku tentang Hendo, itu akan menjadi 500 halaman.”

    Coba lihat buku David Peace yang berjudul ‘Red or Dead’, di mana ia mengeksplorasi obsesi Bill Shankly dalam mengelola Liverpool, mencapai 714 halaman. Di dalamnya ada resep untuk membuat tim yang lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya. “Kami tidak memiliki ruang untuk individu,” tulis Peace. “Tidak ada ruang untuk bintang. Untuk pesepakbola mewah atau selebritis. Kami adalah pekerja. Tim pekerja. Tim pekerja di lapangan dan tim pekerja di luar lapangan.”

    Gambar terkait

    Ada bintang di tim Liverpool yang membuat perbedaan. Tanpa mereka, kejayaan Liverpool tidak akan mungkin terjadi. Tetapi ada juga pekerja, dan tanpa mereka tidak mungkin bintang-bintang ini membuat perbedaan dan Henderson adalah orangnya, sosok pekerja yang peran kotornya kerap dikitik namun tidak pernah lelah untuk tetap berdiri dengan kedua kakinya.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here