Guardiola Akui Liverpool Asuhan Klopp Adalah Lawan Terkuat

0
202

Pep Guardiola mengakui bahwa Liverpool asuhan Jurgen Klopp merupakan musuh terkuat yang pernah dihadapi olehnya sepanjang berkarier sebagai seorang manajer, setelah Manchester City hampir kehilangan titel Premier League pada musim 2018/2019 lalu.

The Cityzens sedang mengejar gelar juara Premier League yang ketiga kalinya secara beruntun, namun dikejutkan dengan kekalahan 2-3 dari Norwich City pada akhir pekan lalu, kekalahan pertama mereka di kompetisi ini sejak bulan Januari, dan kini mereka tertinggal lima poin dari The Reds, yang selalu meraih kemenangan dalam lima pertandingan yang mereka lalui di Liga Inggris musim 2019/2020 ini.

Dengan kedua tim berjuang hingga pekan terakhir pada musim lalu, City akhirnya memenangkan perburuan dengan menorehkan 98 poin selagi Liverpool berada di belakangnya dengan 97 poin.

Guardiola mengatakan bahwa kubu Merseyside Merah setara dengan skuat Barcelona musim 2014/2015, yang memiliki Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar di lini serangnya.

Hasil gambar untuk klopp and guardiola

Berbicara menjelang laga kontra Watford di Etihad Stadium pada hari Sabtu (21/9) ini, mantan manajer Barca dan Bayern Munich itu mengakui bahwa Liverpool besutan Klopp adalah lawan tersulit yang pernah dimilikinya sepanjang berkarier sebagai pelatih.

“Kalian harus memahami apa yang telah kami lakukan di masa lalu tidaklah memastikan apa yang bisa kami rengkuh di hari esok atau sehari setelahnya,” ucap Guardiola kepada para reporter.

“Musuh yang kami miliki, saya sudah mengatakannya berulang kali, adalah lawan terkuat yang pernah saya hadapi sepanjang karier saya sebagai manajer, yaitu Liverpool.

“Ini bukanlah kata-kata asal. Saya mengatakan itu ketika mereka unggul, saya mengatakan itu pula ketika kami unggul; ketika kami menang dan kalah.

“Mereka benar-benar unggul dalam permainan penempatan posisi, serangan balik, bola mati, transisi, ofensif, defensif dan mentalitas. Stadion Anfield, banyak hal. Saya tahu betapa sulitnya itu dulu, betapa sulitnya itu sekarang dan betapa sulitnya itu nanti, namun itulah tantangannya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here