Fenerbahce-Galatasaray, Rivalitas Dua Klub Terbesar Turki

0
57
Foto Source: republicworld

Di sepakbola Turki, dua klub paling sukses dalam sejarah bermarkas di kota yang sama, Istanbul. Kedua klub tersebut adalah Fenerbahce dan Galatasaray. Pertemuan keduanya kerap melahirkan pertandingan yang panas. Tahun 2009, Daily Mail menyebut pertemuan keduanya sebagai rivalitas terbesar nomor dua dalam sejarah sepakbola. Pertemuan dua klub ini kerap disebut dengan istilah Kitalalarasi Derbi atau Intercontinental Derby dan Ezeli Rekabet atau Eternal Rivalry.

Sejarah rivalitas keduanya tak bisa dilepas dari sejarah kelahirannya. Galatasaray dibentuk oleh sekolah menengah atas Galatasaray, sebuah sekolah prestisius yang berisi anak-anak orang kaya di Istanbul. Sekolah berusia 400an tahun tersebut berkelas internasional dengan berbahasa Perancis. Hal ini membuat Galatasaray menjadi klub elite. Sebaliknya, Fenerbahce dibentuk oleh anak-anak Istanbul lainnya yang berada di distrik Kadikoy dan diasosiasikan sebagai klub-nya rakyat, tidak elitis seperti Galatasaray. Derbi ini disebut interkontinental karena Galatasaray menampilkan sisi Eropa-nya Istanbul sementara Fenerbahce menampilkan sisi Asia-nya Istanbul.

Tetapi pada perkembangannya, Kurthan Fisek pernah menulis tahun 1970an bahwa Fenerbahce merepresentasikan borjuis Istanbul, sementara Galatasaray merepresentasikan aritokrasi Eropa. Ada klub lain di Istanbul, yakni Besiktas, yang berusia lebih dua dibanding kedua klub itu, yang menjadi representasi dari kelas pekerja di Istanbul. Besiktas juga mendapat simpati dari kelompok minoritas Istanbul seperti orang Yunani, Armenia dan Yahudi.

Fenerbahce lebih dulu memenangkan kompetisi non-domestik sehingga memperluas basis dukungannya ke wilayah lain di luar Istanbul. Di sisi lain, Galatasaray juga memperluas basis dukungannya ke banyak elite di Turki. Hal ini menjadikan kelas sosial masyarakat menjadi pembeda basis dukungan terhadap kedua klub ini. Karena secara etnis dan agama, pendukung kedua klub ini sebenarnya sama.

Pertemuan pertama keduanya berlangsung tanggal 17 Januari 1909 di Papazin Cayiri, markas Fenerbahce. Kini stadion tersebut bernama Sukru Saracoglu. Tetapi pertandingan persahabatan tersebut dimenangkan oleh Galatasaray. Fenerbahce baru bisa meraih kemenangan pertama mereka atas Galatasaray pada 4 Januari 1914 di ajang Liga Istanbul. Dominasi Galatasaray atas Fenerbahce di tahun-tahun awal ini belum menunjukkan persaingan antara keduanya. Persaingan bahkan permusuhan keduanya baru dimulai pada tahun 1934.

Saat itu, 23 Februari 1934, pertandingan keduanya berlangsung ketat di Stadion Taksim. Meski hanya sebuah pertandingan persahabatan, beberapa kali pertandingan terpaksa terhenti karena berbaagi pelanggaran. Bahkan sempat terjadi perkelahian di antara pemain kedua tim. Wasit pada akhirnya membubarkan pertandingan karena situasi semakin tidak kondusif. Hal itu menandai lahirnya Kitalalarasi Derbi di sepakbola Turki. Pertandingan-pertandingan berikutnya yang mempertemukan kedua klub kemudian diikuti oleh insiden kembang api, nyanyian kebencian, pengerusakan stadion, perkelahian, dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya. Oleh karena itu, fans kedua klub kini dikenal sebagai salah satu hooligan paling keras di dunia.

Kejadian tragis dalam derby ini terjadi tanggal 12 Mei 2013. Ketika itu Fenerbahce sukses menundukkan Galatasaray dengan skor 2-1. Seperti biasa, pertandingan dipenuhi beragam keributan, seperti nyanyian rasis para fans Fenerbahce yang mengejek pemain Afrika di Galatasaray. Pasca pertandingan, seorang fans Fenerbahce yang berusia 19 tahun, Burak Yildirim, ditikam oleh fans Galatasaray. Kematian Yildirim menjadi catatan kelam dalam persaingan klub ini dan lantas hal ini menjadi nota besar dalam sepakbola Turki.

Rivalitas keduanya tidak hanya terjadi di dalam lapangan. Di luar lapangan, kedua klub saat itu terus bersaing untuk mengumpulkan para bintang. Pemain-pemain macam Didier Drogba, Wesley Sneijder, Dirk Kuyt, Lukas Podolski, Nani, Raul Meireles, hingga Robin van Persie tercatat sebagai beberapa pemain yang pernah merasakan Kitalalarasi Derbi.

Untuk urusan jumlah trofi, Galatasaray lebih unggul dibanding Fenerbahce. Galatasaray tercatat sudah mengumpulkan 74 trofi, termasuk di antaranya adalah 22 Superliga Turki, 18 Piala Turki, 1 Liga Europa, dan 1 Piala Super Eropa. Sementara Fenerbahce sudah mengumpulkan 65 trofi, dimana beberapa di antaranya adalah 19 Superliga Turki, 6 Piala Turki, dan 16 Liga Istanbul. Dari head to head kedua klub, Fenerbahce unggul dengan 146 kemenangan, sementara Galatasaray mengalahkan Fenerbahce sebanyak 123 kali. Sementara ada 120 pertandingan lain berakhir imbang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here