Euro U-21 – Turnamen Para Bintang Masa Depan

0
736
Foto Source: citizentv

Showcasing the stars of tomorrow. Begitulah situs resmi UEFA (konfederasi asosiasi sepakbola di Eropa) menuliskan judul untuk menjelaskan artikel sejarah tentang turnamen Piala Eropa U-21. Akar sejarahnya bisa dilacak sejak tahun 1960-an akhir. Meski formatnya kerap berubah, filosofi turnamen ini tetap sama, yakni menjadi wadah bagi para pemain muda menunjukkan bakat terbaiknya. Sehingga turnamen ini menjadi turnamennya para bintang sepakbola di masa depan.

Awalnya turnamen ini diadakan untuk usia di bawah 23 tahun mulai 1967 hingga 1970-an. Kala itu turnamen ini masih bernama Challenge Cup. Awalnya hanya ada 17 asosiasi yang mendaftarkan diri untuk berkompetisi. Formatnya mirip tinju. Sang juara bertahan cukup bertanding melawan serangkaian penantang. Pertandingan pertama mempertemukan Bulgaria melawan Jerman Timur. Bulgaria menang, tetapi kemudian ditandukkan oleh Yugoslavia, yang selanjutnya mendominasi turnamen ini selama beberapa tahun.

Baru pada tahun 1976, kategori usia diturunkan menjadi di bawah 21 tahun dan bertahan hingga kini. Formatnya pun diubah menjadi sistem gugur di babak kualifikasi dan dimulai dari babak perempat final pada saat putaran final berlangsung. Tetapi baru pada tahun 1992 pertama kalinya sistem turnamen tunggal dengan empat tim bertemu di babak semifinal diberlakukan di satu negara tuan rumah. Perancis menjadi tuan rumah pertama. Kala itu Italia menjadi juara. Pada tahun 1998 pesertanya ditambah menjadi delapan tim.

Selanjutnya pada tahun 2000, format turnamen ini kembali direvisi. UEFA memutuskan untuk memberlakukan pertandingan penyisihan grup layaknya turnamen pada tim nasional senior. Ketika sistem ini mulai diberlakukan, Italia kembali menjadi juara. Tahun 2017 jumlah perserta ditingkatkan menjadi 12 negara dengan format masih diawali dengan babak penyisihan grup. Format inilah yang bertahan hingga kini. Terakhir, Spanyol berhasil menjuarai turnamen ini setelah mengalahkan Jerman di babak final yang diselenggarakan di Stadion Dacia Arena, Udine, Italia.

Untuk menentukan 12 negara yang berpartisipasi pada fase grup, UEFA mengadakan kualifikasi terbuka untuk semua asosiasi sepakbola negara di bawah UEFA. Keseluruh negara dibagi menjadi 9 grup, dimana tiap juara grup akan bergabung bersama tim tuan rumah sebagai kontestan yang lolos ke fase grup. Sementara empat runner up grup terbaik di babak kualifikasi memperebutkan dua tiket tersisa. Penyelenggaran tahun ini diadakan pada tahun ganjil, 2011, 2013, 2015, dan seterusnya. Dimana setiap sekali dalam dua penyelenggaran, hasil turnamen ini digunakan untuk babak kualifikasi Olimpiade Musim Panas. Sebagai contoh hasil Euro U-21 tahun ini akan sekaligus menjadi babak kualifikasi di Olimpiade Tokyo tahun 2020.

Dari total 22 kali penyelenggaraan, sudah ada 10 negara yang pernah mencicipi gelar juara. Spanyol dan Italia menjadi tim tersukses dengan meraih masing-masing lima gelar juara. Raihan mereka jauh di atas urutan berikutnya dimana Jerman, Inggris, Belanda, dan Rusia masing-masing sudah juara dua kali. Sementara Serbia, Perancis, Swedia, dan Republik Ceko masing-masing meraih satu gelar juara. Dalam lima penyelenggaraan terakhir para pemain Spanyol mendominasi dimana empat diantaranya menjadi penyumbang pemain terbaik Mereka adalah Juan Mata (2011), Thiago Alcantara (2013), Dani Ceballos (2017), dan Fabian Ruiz (2019). Sementara untuk pencetak gol terbanyak yang pernah tercipta adalah sebanyak 7 gol yang diraih Marcus Berg (2009) dan Luca Waldschmidt (2019).

Sebagai turnamen tertinggi di level Eropa yang mempertemukan pemain-pemain belia, ajang ini menjadi batu loncatan bagi para pemain untuk masuk ke tim nasional senior. Sebut saja Giogios Karagounis yang pernah ikut dan kemudian menjadi juara Euro bersama seniornya di tahun 2004. Kemudian ada Francesco Totti, Fabio Cannavaro, Gianluigi Buffon, Alberto Gilardino, Andrea Pirlo yang bersama-sama membela Italia U-21 dulu sebelum menjuarai Piala Dunia 2006. Demikian pula Iker Casillas maupun Mesut Oezil yang sama-sama memulai langkahnya di turnamen ini sebelum menjuarai Piala Dunia pada 2010 dan 2014.

Selain itu pemain-pemain terbaik, peraih Golden Player, juga biasanya menjadi pemain yang kemudian menjadi bintang di kemudian hari. Beberapa diantaranya adalah Davor Suker (pemain terbaik Piala Eropa U-21 tahun 1990), Luis Figo (pemain terbaik tahun 1994), Petr Cech (pemain terbaik tahun 2002), hingga Klaas Jan Huntelaar (pemain terbaik tahun 2006).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here