Enam Pemain Liga Premier yang Terlalu Diremehkan

    0
    234

    Setiap klub besar Liga Premier pasti memiliki seorang pemain yang di atas kertas kurang diperhitungkan atau terlalu diremehkan karena tidak memiliki kemampuan individu yang cukup menonjol agar mudah dikenali oleh publik, namun nyatanya memiliki peran penting dalam permainan tim di atas lapangan. 

    Liga Premier adalah liga bertabur bintang yang memiliki banyak pemain dengan kemampuan individual gemilang. Biasanya mereka yang bersinar secara individual akan lebih mudah mendapatkan pengakuan publik, namun ada juga sejumlah pemain yang seharusnya mendapatkan apresiasi lebih, yang bersinar secara tak kasat mata, yang menjadi berlian di dalam lumpur. Siapa sajakah mereka?

    Gambar

    Arsenal: Rob Holding

    Pemain berusia 23 tahun ini memperlihatkan performa yang menjanjikan pada paruh pertama musim kompetisi 2018/2019, sebelum cedera ligamen lutut menghancurkan musimnya pada bulan Desember. The Gunners hampir menyelesaikan musim di posisi empat besar, namun lini pertahanan mereka terlihat lebih rapuh sejak Holding tidak ada.

    Sang defender hanya dibeli seharga 2 juta poundsterling dari Bolton pada tahun 2016, mampu menguasai bola dengan baik dan cerdas untuk menempatkan posisi ketika tidak menguasai bola. Dia bukanlah bek tengah paling kuat, namun antisipasi dan penempatan posisinya pantas untuk diperhitungkan.

    Gambar

    Chelsea: Jorginho

    Peran Jorginho di bawah asuhan Maurizio Sarri sangatlah penting, meski tidak seindah yang diharapkan oleh para penggemar Chelsea karena menganggap 50 juta poundsterling terlalu mahal untuknya.

    Sang pemain tim nasional Italia kelahiran Brasil ini perlu mendapatkan kebebasan yang lebih di bawah asuhan Frank Lampard untuk bisa mengetahui kenapa Pep Guardiola sangat menginginkannya di Manchester City ketika ia masih bermain untuk Napoli.

    Gambar

    Liverpool: Jordan Henderson

    Henderson bukanlah tipe pemain yang mudah dielu-elukan karena performanya di atas lapangan, namun dia telah menjadi sosok penting dalam permainan Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp. Dia mungkin tidak memiliki kemampuan individu yang menonjol ketimbang rekan-rekan setimnya, namun dampaknya untuk tim begitu terlihat jelas.

    Sang gelandang tim nasional Inggris ini bisa bermain sebagai box-to-box, berlari dari satu kotak penalti ke kotak penalti lainnya, atau menjaga kedalaman dalam formasi tiga pemain tengah, dan Klopp sangat menghargai kemampuannya untuk bermain di berbagai posisi, kemampuan mengoper dan pengaruhnya terhadap pemain di sekitarnya.

    Gambar

    Manchester City: Oleksandr Zinchenko

    Kebanyakan pemain inti yang dimiliki oleh Manchester City mendapatkan pujian setinggi langit atas dua gelar juara Liga Premier yang secara beruntun diraih mereka selama dua tahun terakhir. Namun demikian, Zinchenko tidak mendapatkan pujian sebaik kawan-kawan setimnya.

    Pemain asal Ukraina berusia 22 tahun ini sebenarnya adalah seorang gelandang, ia merupakan pemain paling kreatif untuk negaranya ketika mengalahkan Polandia pada Piala Eropa 2016. Namun keadaan memaksanya untuk menjadi bek kiri City, semenjak Benjamin Mendy lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan ketimbang di atas lapangan dan terbukti, Pep Guardiola tidak salah untuk mengutusnya sebagai seorang pemain sayap di lini pertahanan.

    Gambar

    Manchester United: Victor Lindelof

    Jantung pertahanan The Red Devils mendapatkan idola baru semenjak Harry Maguire ditebus seharga 80 juta poundsterling dari Leicester City pada musim panas tahun 2019 ini, namun Lindelof adalah andalan sesungguhnya pelatih Ole Gunnar Solskjaer di atas lapangan.

    Sang defender tim nasional Swedia ini telah membuktikan dirinya sebagai seorang defender yang bisa diandalkan pada musim lalu. Dia bahkan mungkin adalah penampil terbaik selama Jose Mourinho menjabat dan tentu merupakan bek tengah terbaik United selama musim kompetisi 2018/2019.

    Oleh karenanya, Lindelof seharusnya mendapatkan lebih banyak pujian ketimbang mitranya di jantung pertahanan yang mendapatkan perhatian karena menyandang status sebagai bek termahal dunia.

    Gambar

    Tottenham Hotspur: Harry Winks

    Lini tengah The Lilywhites berubah pada musim kompetisi 2019/2020, setelah Mousa Dembele hengkang pada bulan Januari lalu, Eric Dier kemungkinan akan menjadi pelapis dan Victor Wanyama didesak untuk hengkang. Spurs mendatangkan Tanguy Ndombele dari Lyon dan Giovani Lo Celso dari Real Betis pada musim panas ini, dan kedua pemain muda itu diperkirakan akan mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain sebagai starter.

    Namun demikian, Winks seharusnya menjadi satu-satunya pemain yang bertahan di susunan pemain inti. Dia kurang dihargai oleh publik karena performanya yang sulit untuk diakui gemilang, namun mampu menjadi pengendali tempo dan inti dari serangan tim, yang membuatnya menjadi aset paling berharga bagi pelatih Mauricio Pochettino.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here