Dirk Kuyt – Pahlawan Liverpool ‘Tanpa Tanda Jasa’

    0
    81

    Ketika penyerang Belanda pindah ke Inggris, para penggemar tanpa pengetahuan Eredivisie tidak pernah tahu pemain seperti apa ia.

    Akankah seperti Robin van Persie atau Ruud van Nistelrooy? Atau apakah mereka hanya ‘barang palsu’ seperti Ricky van Wolfswinkel. Seorang bintang di Belanda bersama Utrecht dan kemudian bersinar di Portugal dengan Sporting tetapi hanya mencetak satu gol di Inggris selama satu musim penuhnya bersama Norwich.

    Dirk Kuyt telah menjarah 71 gol dalam 101 pertandingan untuk Feyenoord sebelum Liverpool membelinya pada musim panas 2006. Secara teori, The Reds mendapatkannya hanya dengan harga 10 juta poundsterling.

    Ya, gaya bermain Kuyt membuatnya sering berkeliaran. Dia bekerja untuk tim. Dia melakukan segalanya. Ironisnya, itu adalah bagian dari alasan mengapa kariernya di Liverpool akan dikenang sebagai karier yang jujur daripada menjadi superstar.

    Kuyt, dengan kaki-kaki yang kokoh dan rambut pirang yang rapi, melakukan debutnya dalam kemenangan kandang 2-1 atas West Ham pada 26 Agustus 2006, menggantikan Peter Crouch.

    Tim Liverpool 2006-07 itu bisa digolongkan sebagai tim ‘para striker’.

    Tentu, Crouch membawa sesuatu yang berbeda ke dalam tim dan Craig Bellamy adalah hama berkelas dengan satu atau dua gol di dalam dirinya. Robbie Fowler telah kembali untuk keduakalinya tetapi lebih banyak bertindak sebagai bagian tim daripada pemain inti sehingga ada kekosongan dalam peran pencetak gol yang harus diisi. Apakah Kuyt pria itu?

    Ini, tentu saja, adalah era Rafa Benitez di Anfield. Keahlian taktisnya telah memandu Liverpool memenangkan Liga Champions pada 2005, tetapi sekarang ada dorongan agar mereka memenangkan Liga Premier.

    Semua orang dapat ikut serta dalam pertandingan piala tetapi dalam meraih gelar liga, tim membutuhkan pencetak gol yang asli dan teratur. 20 gol dari Kuyt dan kontribusi solid dari tempat lain bisa menjadi formula kemenangan.

    Pria asal Belanda itu butuh sedikit waktu untuk menyelesaikannya, tetapi mencetak dua gol dalam empat hari pada akhir September, membantu Liverpool meraih kemenangan kandang melawan Newcastle dan Spurs.

    Penggemar The Reds tetap berharap tapi juga berhati-hati. Di satu sisi, ada perasaan bahwa ini bisa menjadi awal dari sesuatu. Di sisi lain, ada perasaan bahwa dia merupakan pemain bagus tetapi bukan pemain hebat.

    Fans mulai serakah. Mereka menginginkan superstar. Mereka menginginkan pemain dengan nilai sembilan dan sepuluh. Kuyt terlihat seperti bukan dari tipe itu. Pemain yang hanya didatangkan dengan bandrol 10 juta poundsterling dari liga Belanda.

    Dia mencetak 14 gol dalam musim pertamanya, hasil yang sangat terhormat tetapi bukan yang mengubah permainan.

    Pada musim berikutnya, ia berhasil membuat 11 gol sementara di musim 2008-09 ketika Liverpool nyaris meraih gelar liga, Kuyt menghasilkan 15 gol.

    Itu kembali ke angka 11 dalam musim berikutnya dan kembali ke angka 15 pada musim 2009-10, jumlah gol yang diikuti oleh satu sore yang sangat istimewa melawan Manchester United.

    Satu hal yang sangat jelas. Rafa mencintainya. Rafa melihat betapa berharganya dia. Dari menjadi striker yang keluar-masuk, Benitez mengubah Kuyt menjadi pekerja keras yang hebat, membajak alur naik turun satu sisi dari tiga pemain depan.

    Dan penggemar Liverpool menyesuaikan diri dengannya. Ekspektasi aneh tentang Kuyt menjadi pemukul para peragu, yang kini memiliki kekaguman berbeda. Dia bukan Pele tetapi Dirk Kuyt yang memainkan hatinya untuk klub, rela mati untuk alasan itu. Dan itu berjalan sangat lama di Merseyside.

    Sementara pemain The Reds lainnya mencuri perhatian dan menggoda publik dengan kebesaran nama mereka, Kuyt menawarkan jaminan lain. Apa pun kesempatannya, apa pun lawannya, di mana pun lokasinya, ia akan menjadi pekerja keras bagi tim pada setiap minggu.

    Itu kedengarannya merendahkan tetapi Kuyt punya trik lain di lengan bajunya yang memindahkannya ke kategori pemain jujur. Pria dari kota pantai kecil Katwijk aan See (Bahasa Belanda untuk Clacton-on-Sea) juga bisa mencetak gol besar dalam pertandingan besar.

    Ketika ia akhirnya meninggalkan Anfield pada tahun 2012, ‘kerja keras terbaiknya’ adalah sesuatu yang cukup untuk diingat.

    Pencetak gol di final Liga Champions 2006-07 melawan AC Milan

    Pencetak gol penalti kemenangan di semi-final 2007, leg kedua melawan Chelsea

    Pemain pertama dalam 21 tahun terakhir yang mencetak hat-trick ke gawang Man Utd

    Penalti injury time untuk mengamankan kemenangan derby dramatis di Everton

    Gol pada menit perpanjangan waktu melawan Cardiff di final Piala Liga 2012

    Gol melawan Cardiff untuk mengamankan kemenangan final Piala Liga

    Ada tembakan-tembakan penting lainnya seperti melawan Arsenal, sementara itu, ia juga mencetak tujuh gol dalam musim Liga Champions 2007-08. Bahkan membukukan hattrick melawan Manchester United yang menambah nilai heroiknya. Naluri mencetak gol, tidak pernah meninggalkannya.

    Dalam banyak hal, Dirk Kuyt adalah perwujudan dari era Benitez. Pemain cerdik, pekerja keras, dan mampu naik level pada kesempatan besar.

    Anda tidak membangun tim sepak bola hanya dengan melemparkan 11 superstar secara bersama. Bahkan Brasil ’70 memiliki beberapa di antara mereka yang memberikan keseimbangan. Itu adalah Dirk Kuyt di Liverpool. Populer, dapat diandalkan, dan sangat berharga.

    Bayangkan jika Kuyt berada di puncak kariernya sekarang. Apakah dia akan membuat tim Liverpool yang sedang terbang tinggi ini tambah bagus? Bukan sebagai starter reguler tetapi Jurgen Klopp akan menjadikannya sebagai pemain tim sepanjang musim.

    Kekhawatiran cedera ringan untuk Mane, Salah atau Firmino? atau isu dua pertandingan dalam empat hari? Tugas yang sulit, di mana Anda perlu orang yang tepat untuk meraih tujuan besar. Hanya akan ada satu orang untuk pekerjaan itu. Dia adalah Dirk Kuyt.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here