Derby Old Firm, Lebih dari Derby Sepakbola

0
70
Foto Source: sportskeeda

Derby Old Firm adalah sebutan untuk pertandingan dua klub terbesar di Skotlandia yang bermarkas di satu kota, Glasgow, yakni Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers. Rivalitas kedua tim tidak sebatas rivalitas di atas lapangan hijau. Tetapi menjalar pada persaingan politik, sosial dan agama di Skotlandia.

Celtic adalah klub dengan pendukungnya yang beragama Katolik dan berdarah Irlandia-Skotlandia. Sebaliknya Rangers didukung oleh warga yang beragama Protestan dan warga asli Skotlandia. Awalnya hubungan kedua klub berlangsung harmonis. Celtic terbentuk pada 1888 atau 16 tahun setelah Rangers ada. Celtic bahkan mengundang Rangers untuk bermain di pembukaan stadion baru mereka, Parkhead. Pada pertandingan tersebut Celtic menang dengan skor 5-2. Keributan pertama terjadi pada final Piala Skotlandia tahun 1909. Kedua suporter saling lempar kembang api pada pertandingan yang berlangsung di Hampden Park. Ratusan penonton dan polisi terluka akibat peristiwa tersebut.

Persaingan ketat baru muncul sejak tahun 1912. Ketika itu pengusaha asal Belfast, Irlandia Utara, Harland & Wolff, membuka sebuah galangan kapal di distrik Glaswegian, Govan. Galangan kapal ini memungkinkan imigrasi massal penduduk Irlandia ke Glasgow. Hal ini membuat pendukung Celtic semakin banyak dan setiap bertanding stadion selalu penuh. Hal ini menumbuhkan resistensi dari warga asli yang mendukung Rangers. Mereka tentu saja tidak ingin kalah dari Celtic.

Istilah Old Firm sendiri memiliki dua versi. Versi pertama, sebutan itu pertama kali disebut komentator ketika keduanya bertanding. Komentator tersebut menyebut keduanya adalah teman lama (old firm) yang saling bersaing. Versi kedua menyebut bahwa sebutan itu pertama kali disebut oleh sebuah kartun di majalah menjelang Final Piala Skotlandia tahun 1904. Dalam kartun tersebut tertulis “Patronize the Old Firm: Rangers, Celtic, Ltd”. Majalah tersebut mengkritisi pertandingan keduanya yang dianggap hanya mengejar keuntungan komersil dari para pendukung kedua klub.

Rivalitas agama yang menyelimuti kedua klub membentuk semacam aturan tak tertulis bahwa Rangers tak akan mengontrak pemain Katolik dan Celtic tak akan mengontrak pemain Protestan. Tapi pada tahun 1989, Maurice “Mo” Johnston pemain Katolik yang pernah bermain untuk Celtic memutuskan untuk pindah dan bermain bersama Rangers. Aturan tak tertulis yang sudah ada sejak Perang Dunia I itu ‘dilanggar’ oleh Johnston.

Akibat kepindahan tersebut, para pendukung Celtic menyebutnya sebagai Judas atau pengkhianat. Demikian pula banyak pendukung Rangers yang sangat kecewa memutuskan untuk mengembalikan tiket musiman yang sudah dibeli. Lebih jauh lagi, produsen jersey Rangers tak bersedia untuk mencetak jersey milik Johnston. Sementara pendukung Celtic membentuk komunitas suporter bernama “We Hate Mo Johnston”.

Dalam setiap pertandingan pendukung kedua klub kerap menyanyikan lagu yang menunjukkan identitas masing-masing. Pendukung Celtic kerap menyanyikan lagu dan mengibarkan bendera untuk mendukung Irlandia dan Tentara Republik Irlandia (IRA) yang kerap disebut sebagai kelompok teroris. Pendukung Celtic juga kerap mengejek pendukung Rangers sebagai Protestan yang masih setia pada kerajaan Ratu Elizabeth.

Adapun Rangers kerap mengumandangkan lagu yang mengejek Katolik, seperti lagu Fxxx the Pope, yang mengejek Paus, pimpinan tertinggi umat Katolik yang berkedudukan di Vatikan.

Celtic dan Rangers merajai Liga Primer Skotlandia. Celtic telah mengantongi 50 gelar juara, sementara Rangers sebanyak 54 kali. Tetapi gelar Piala Skotlandia Celtic lebih banyak yakni 39 berbanding 33 milik Rangers. Sementara gelar Piala Liga Skotlandia milik Rangers lebih banyak yakni 27 dibanding 18 milik Celtic. Untuk gelar Eropa masing-masing baru mengantongi satu gelar. Celtic menjuarai Liga Champions dan Rangers menjuarai Piala Winners. Derby Old Firm telah berlangsung sebanyak 417 kali dimana hasilnya cenderung imbang. Rangers menang 161 kali dan Celtic menang 157 kali. Sebanyak 99 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Pada tahun 2012, Rangers sempat dihantam krisis keuangan yang menyebabkannya harus turun kasta hingga Divisi Keempat. Hal itu membuat Derby Old Firm sempat terhenti untuk pertama kalinya dalam 120 tahun.

Pemain Rangers Alec Smith dan John Greig menjadi dua pemain yang tersering dalam Derby Old Firm dengan 87 dan 74 pertandingan. Sementara untuk pemain Celtic, Paul McStay menjadi pemain tersering tampil dengan 70 pertandingan. Sementara untuk topskor pemain Rangers Ally McCoist menjadi pemuncak dengan 27 gol dari 55 pertandingan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here