Derby della Mole – Derby Tertua di Italia

    0
    34

    Derby della Mole yang mempertemukan dua klub asal kota Turin, yakni Juventus dan Torino, adalah derby tertua yang ada di Italia.

    Pertemuan pertama kedua klub terjadi pada 13 Januari 1907, di mana Torino menang dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang dimainkan di distrik Crocetta.

    Nama Mole yang ada dalam sebutan derby ini diambil dari nama sinagog yang dibangun pada 1863 di Turin. Sinagog yang bernama asli Mole Antonelliana itu diharapkan menjadi simbol Turin yang saat itu menjadi ibukota Italia. Meski status ibukota Turin dicabut tahun 1864, sinagog Mole tetap beridiri di jantung kota Turin.

    Rivalitas antara kedua klub sudah terjadi sejak sebelum pertandingan derby pertama di Italia itu berlangsung. Pasalnya, sebagian para pemain Torino adalah pecahan dari para pemain Juventus. Beberapa pemain Juventus itu bergabung dengan klub lokal FC Torinese.

    Selama beberapa dekade, Juventus menjadi representasi dari klubnya warga kota yang lebih sejahtera dan berada di bawah kontrol keluarga Agnelli sejak tahun 1923. Keluarga Agnelli adalah pemilik pabrikan mobil Fiat. Juventus sendiri didirikan oleh beberapa pelajar sekolah yang cukup prestisius pada tahun 1897. Adapun Torino menjadi representasi warga kota kelas pekerja. Torino terbentuk pada tahun 1906

    Meskipun kedua klub saling bersaing dan ada perbedaan pendukung di warga Turin, kedua klub menggunakan simbol kota Turin di logo mereka. Logo yang dimaksud adalah gambar sapi jantan yang berdiri tegak. Sapi jantan ini adalah lambang Turin yang menggambarkan semangat juang kota.

    Warna kostum Juventus awalnya bukanlah hitam-putih seperti saat ini. Awalnya mereka berkostum hitam dan merah muda (pink). Warna ini diadopsi dari klub asal Inggris, Notts County. Sementara warna merah marun milik Torino diadopsi dari warna Brigade Savoia yang eksis dua abad sebelumnya di Turin.

    Sejak pertemuan pertama tahun 1907, Juventus dan Torino memiliki jalan yang berbeda. Terkadang Juventus lebih sukses, tapi ada juga beberapa periode di mana Torino lebih sukses.

    Tahun 1942 hingga 1949, Torino sempat menjuarai Serie A secara berturut-turut sehingga memunculkan istilah Grande Torino. Akan tetapi kejadian tragis menimpa skuad Torino tahun 1949. Ketika itu, pesawat yang ditumpang para pemain Torino sehabis bertanding di Lisbon, Portugal, terjatuh. Peristiwa yang dinamakan kecelakaan Superga itu membuat prestasi Torino kemudian menurun dan status sebagai klub besar Italia perlahan hilang.

    Sebaliknya Juventus mengalami banyak era kesuksesan. Di Italia, Juventus merupakan klub yang paling sukses memenangkan banyak gelar. Meski demikian bukan berarti Juventus mendominasi tiap pertandingan Derby della Mole. Juventus memenangkan derby sebanyak 99 kali sementara Torino memenangkannya 73 kali. Ada 62 pertandingan lain yang berakhir seri.

    Dari pertandingan-pertandingan tersebut, Juventus berhasil mencetak 361 gol sementara Torino mencetak 314 gol ke gawang Juventus. Meski demikian kemenangan terbesar diraih oleh Torino ketika mengalahkan Juventus dengan skor 8-0 pada 17 November 1912.

    Torino juga sempat lebih sukses dan ditakuti oleh Juventus pada tahun 1940 saat Torino disebut sebagai Grande Torino di bawah kapten Valentino Mazzola, ayah dari legenda sepakbola Itala Sandro Mazzola.

    Adapun pencetak gol terbanyak dalam sejarah Derby della Mole adalah pemain Juventus Giampiero Boniperti dengan jumlah 14 gol. Disusul oleh Guglielmo Gabetto dengan 12 gol yang pernah bermain untuk kedua klub.

    Pada tahun antara 1928 hingga 1936, Juventus sempat tidak terkalahkan dalam 15 pertandingan derby melawan Torino. Di antara periode tersebut, pertandingan pada tanggal 15 Mei 1932 di Stadion Corso Marsiglia yang menjadi pertandingan derby edisi ke-29 menjadi peristiwa bersejarah. Pertandingan itu menjadi pertandingan sepakbola pertama yang disiarkan langsung oleh radio nasional. Siaran itu ditayangkan oleh EIAR dan diisi oleh suara penyiar Nicolo Carosio.

    Persaingan kedua klub juga pernah memanas pada tahun 1960an. Pada saat itu Presiden Juventus Gianni Agnelli berusaha untuk membajak pemain andalan Torino Gigi Meroni ke Juventus. Hal itu terjadi tahun 1967. Tetapi tidak terima pemain kesayangannya diambil rival, para pendukung Torino turun ke jalan untuk memprotes hal tersebut serta melakukan sabotase terhadap perusahaan mobil Fiat milik keluarga Agnelli.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here