Derby della Capitale – Rivalitas Dua Klub Ibukota Italia

0
1101
Foto Source: i2

Rivalitas antara dua klub ibukota Italia, AS Roma dan SS Lazio sudah bermula dari tahun 1927 ketika Jenderal Giorgio Vaccaro mempengaruhi pemimpin fasis Italia saat itu Benito Mussolini untuk membentuk klub AS Roma. Roma adalah hasil dari penggabungan tiga klub asal kota Roma saat itu, yakni Pro Roma (lahir 1911), FBC Roma (1989) dan Alba Audace (1907). Mussolini ingin ibukota memiliki sebuah klub sepakbola yang kuat untuk menandingi klub-klub yang ada di utara Italia seperti Juventus, AC Milan dan Inter Milan.

Tetapi Lazio tidak diikutsertakan dan Lazio juga tidak ingin. Lazio sebelumnya sudah terbentuk pada tahun 1900 oleh sekelompok perwira militer. Lazio dianggap sebagai simbol sepakbola di ibukota Italia tersebut. Tetapi karena kehadiran Roma, Lazio menjadi tersingkir.

Faktor geografis menjadi pembentuk rivalitas kedua klub ini. Para pendukung Lazio adalah warga kelas menengah yang berasal dari Monte Mario dan Parioli, sebuah distrik di utara kota Roma. Adapun basis pendukung Roma adalah di distrik Testaccio yang mayoritas merupakan kelas pekerja di Roma. Roma menjadi klubnya rakyat dan para pekerja. Sementara Lazio dibenci karena keangkuhannya. Salah satu bentuk keangkuhan itu bagi para pendukung Roma adalah karena keengganan Lazio untuk mengadopsi warna dan logo kota untuk klub tersebut.

Lazio lebih memilih warna bendera Yunani, yakni biru muda dan putih sebagai warna klub, bukan warna merah dan emas yang menjadi warna simbol kota Roma. Warna merah melambangkan warna kekaisaran Roma sementara warna emas atau kuning melambangkan warna kota Vatikan yang berada di tengah-tengah kota Roma.

Demikian pula pada logo. Lazio lebih memilih menggunakan logo elang, hewan sakral dari Dewa Jupiter, daripada serigala. Serigala diasosiasikan pada Mars, dewa perang. Mars juga adalah ayah dari Romulus dan Remus, dua saudara kembar yang mendirikan kota Roma.

Hal ini membuat rivalitas antara Roma dan Lazio juga menjadi rivalitas untuk memperebutkan siapa yang paling berhak menyandang identitas sebagai klub ibukota. Bukan seperti derby lain di Italia seperti Derby della Madoninna di Milan yang bersaing untuk mengejar prestasi.

Roma merasa paling berhak karena mereka menggunakan identitas kota sebagai warna dan logo. Sementara para pendukung Lazio beranggapan bahwa para pendukung Roma bukanlah warga Roma asli. Pendukung Lazio mengklaim bahwa pendukung Roma adalah para imigran yang datang dari selatan maupun para turis. Tetapi karena posisi pendukung Lazio yang berada di pinggiran kota, para pendukung Roma sering menyebut pendukung Lazio sebagai burini atau petani. Apalagi nama Lazio sendiri menggunakan nama wilayah mereka, bukan nama kota.

Secara historis, perbedaan antara Roma dan Lazio juga dibedakan berdasarkan garis politik. Para pendukung Roma terafiliasi dengan spektrum kiri sementara Lazio adalah spektrum kanan. Hal ini tercermin dalam kelompok ultras (komunitas pendukung) yang paling terkenal seperti Irriducibili dari Curva Nord pendukung Lazio, sementara ultras Roma adalah Commandos Ultra Curva Sud (CUCS). Sebenarnya keduanya sama-sama menganut paham fasisme, paham yang sama saat Mussolini memimpin Italia. Tetapi Roma lebih lunak dengan lebih menerima perbedaan seperti menerima pemain berkulit hitam.

Perseteruan antara pendukung kedua klub juga memiliki sejarah panjang. Pada tahun 1979, pendukung Lazio bernama Vincenzo Paparelli tewas setelah kepala dan matanya dipukul dengan menggunakan flare oleh para pendukung Roma. Kematian Paparelli menjadi kematian pertama dalam sepakbola Italia.

Pertemuan pertama antara kedua klub ibukota ini terjadi pada tahun 1929 dimana Roma menang dengan skor 1-0 lewan gol Rodolfo Volk. Volk juga adalah pemain pertama yang mencetak gol untuk Roma. Sementara kemenangan pertama Lazio atas Roma adalah pada 23 Oktober 1932.

Secara keseluruhan hingga kini pertemuan antara Roma dan Lazio lebih banyak dimenangkan oleh Roma. Roma menang sebanyak 65 kali sementara Lazio menang sebanyak 46 kali. Adapun 61 pertandingan keduanya berakhir imbang. Jumlah gol yang diciptakan Lazio adalah 169 sementara Roma berhasil mencetak 215 gol. Legenda Roma Francesco Totti dan pemain Roma Dino da Costa menjadi pemain yang tersering mencetak gol di Derby della Capitale dengan jumlah 11 gol. Sementara top skor untuk Lazio adalah Silvio Piola yang mencetak tujuh gol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here