Carragher Merasa Beruntung Jadi Bagian Magic Istanbul 2005

0
240
Carragher

Jamie Carragher mengingat kembali momen ketika ia menjadi bagian dari magic Liverpool di Istanbul pada final Liga Champions 2005 dan berpikir: “Betapa beruntungnya kita dapat terlibat?”

Senin besok (25/05) menandai ulang tahun ke-15 keberhasilan Liverpool meraih gelar Liga Champions kelima mereka, salah satu trofi yang diraih berkat usaha tingkat tinggi.

Livepool yang saat itu masih dilatih Rafael Benitez tertinggal 3-0 di babak pertama melawan AC Milan yang saat itu sedang menjalani final kedua mereka dalam tiga tahun terakhir.

Tapi, Liverpool bangkit pada babak kedua dengan membuat tiga gol dalam enam menit, hingga akhirnya The Reds meraih kemenangan melalui drama adu penalti.

“Saya ingat, saya menonton tim-tim AC Milan yang hebat di akhir tahun 80-an dan awal tahun 90-an, tim hebat saat itu adalah Ajax, lalu Juventus. Saya tidak pernah berpikir saya bisa bermain di level ini,” kata Carragher dikutip dari liverpoolfc.com.

Carragher

“Saya tahu semua pemain, semua pemain legenda, dan saya tidak pernah berpikir saya cukup baik untuk bermain di level ini. Jadi, bagi saya untuk terlibat dalam itu (rasanya mustahil).

“Anda berbicara tentang pemain yang berhasil memenangkannya, saya berbicara tentang pemain yang mungkin pemain hebat, yang tidak pernah memenangkannya. Dan Anda berpikir, ‘Wow, betapa beruntungnya kita bahwa kita dapat terlibat dalam sesuatu yang begitu istimewa?’

“Dan kami tidak hanya memenangkannya, kami bermain di final yang akan diingat selamanya. Itu membuat kita beruntung dua kali lipat.”

Liverpool berhasil menambah trofi Liga Champions mereka pada musim lalu, ketika The Reds merengkuh trofi Liga Champions keenam klub dengan mengalahkan Tottenham Hotspur di partai final.