Boca Juniors – River Plate, Derby yang Harus Ditonton Sebelum Mati

0
293
Foto Source: sportskeeda

Tahun 2004, media Inggris The Observer merilis dua puluh kegiatan olahraga yang harus disaksikan atau dilakukan sebelum meninggal. Artinya merugilah kamu sebagai manusia ketika melewatkan seluruh daftar ini. Beberapa di antaranya adalah menonton final lari 100 meter Olimpiade, nonton tinju di Madison Square Garden, ikut berlari di New York Marathon, dan main polo dengan gajah di Nepal. Tapi, nomor satu yang paling sayang jika dilewatkan adalah: Superclasico Argentina antara Boca Juniors dan River Plate. Dalam sebuah artikel di Wesleyan Argus, pertandingan keduanya diibaratkan seperti pertandingan tinju kelas berat antara Muhammad Ali melawan Joe Frazier.

Derby dua klub asal Buenos Aires, ibukota Argentina, ini sarat akan sejarah, rivalitas, dan persaingan kelas sosial yang ada di Argentina. La Nacion memperkirakan bahwa sekitar 70% dari fans sepakbola di Argentina adalah pendukung dari salah satu kedua klub ini. Majalah FourFourTwo dan Daily Mail juga tak ragu menyebut bahwa ini adalah derby terbesar di dunia, bahkan lebih besar ketimbang El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid.

Kedua klub lahir dari daerah yang sama, La Boca. Daerah ini adalah daerah dermaga kelas pekerja yang ada di Buenos Aires. River lebih dulu dibentuk oleh para imigran dan pelaut pada tahun 1901. Nama River Plate diambil dari terjemahan atas Rio de la Plata, muara yang terdapat di dermaga La Boca. Empat tahun berselang, imigran-imigran asal Italia dan Yunani yang bekerja di dermaga tersebut membentuk Boca. Sementara warna biru dan kuning khas Boca diambil dari warna bendera Swedia, karena ketika pembentukan Boca sebuah kapal asal Swedia berlabuh di La Boca. Adapun warna merah putih khas River bersumber dari bendera Inggris yang ketika itu sering berlabuh untuk mengantar barang-barang impor dari Inggris.

Pada tahun 1925, River pindah ke distrik yang lebih makmur yaitu Nunez di utara Buenos Aires. Semenjak itu, terjadi pembelahan antara River dan Boca berdasar kelas sosial. River menjadi klub orang-orang kelas menengah ke atas dan Boca menjadi klub para pekerja miskin. Pada tahun 1931 bahkan River sudah sanggup membeli dua pemain top, yakni Carlos Peucelle seharga 10 ribu Poundsterling dan Bernabe Ferreyra seharga 35 ribu Poundsterling.

River punya julukan Los Millonarios yang berarti sang miliuner karena pendukungnya yang merupakan kelas menengah dan lebih sejahtera. Sementara Boca berjuluk Los Xeneizes atau orang Genoa, merujuk pada kota pelabuhan Italia asal imigran yang membentuk Boca. Rivalitas keduanya membuat para pendukung River menyebut pendukung Boca sebagai Los Chanchitos atau babi kecil, dan terkadang menyebutnya Bostero atau kolektor sampah. Hal ini sebagai bentuk sindiran terhadap Boca yang berasal dari wilayah miskin yang terkenal kumuh, kotor dan bau. Sementara pendukung Boca menyebut pendukung River sebagai Gallinas atau ayam, yang bermakna bahwa mereka sebagai orang-orang yang sangat manja dan penakut.

Julukan Gallinas ini bermula dari ketika River kalah dari klub Uruguay Penarol di final Copa Libertadores tahun 1966. Padahal sebelumnya mereka unggul 2-0. Ketika bermain berikutnya para pendukung melemparkan ayam ke lapangan. Sebutan Gallinas kemudian mulai diteriakkan pada pertandingan Superclasico di beberapa minggu setelah pertandingan tersebut.

BBC menyebut bahwa setiap kali pertandingan mempertemukan River dan Boca, stadion akan menjadi lautan spanduk, teriakan, nyanyian, tarian, hingga kembang api. Tak jarang pertandingan dua klub besar Argentina ini berakhir ricuh. Pada tanggal 23 Juni 1968 tercatat 74 orang meninggal dan lebih dari 150 orang cedera seusai Superclasico. Hal itu menjadi catatan terkelam dalam sejarah rivalitas dua klub ini.

Rivalitas yang sangat kuat ini juga tercermin dalam para pesepakbola. Seluruh pemain yang pernah membela River pasti membenci Boca, begitu pula sebaliknya. Legenda Boca, Juan Roman Riquelme bahkan pernah mengatakan, “ketika saya bangun, tidak ada warna merah atau putih di sekitar karena itu warna River”.

Demikianlah gambaran mengenai rivalitas antara River dan Boca yang masih bertahan hingga kini. El Grafico menulis bahwa dulu persaingan keduanya adalah simbol dari persaingan antara kelas pekerja dengan aristokrat, tapi sekarang rivalitas hanya dibumbui oleh rasa kebencian. Setiap Superclasico, minimal 2 ribu polisi akan dikerahkan di stadion.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here