Blackburn Rovers, Terpuruk Setelah Juara Liga Inggris

    0
    56

    Pada Mei 1995, Blackburn Rovers mengamankan gelar juara Liga Primer Inggris mereka yang pertama kalinya sejak tahun 1914. Klub asal Lancashire tersebut memang mengalami kekalahan dengan skor 1-2 dari Liverpool di Anfield.

    Tetapi pada saat yang bersamaan West Ham United berhasil menahan Manchester United dengan skor 1-1 di Upton Park sehingga posisi Blackburn di puncak klasmen tidak berubah. Blackburn menjadi klub kedua yang meraih gelar tersebut setelah United (sebelumnya masih bernama Divisi Utama).

    Blackburn hanya unggul satu poin dari United dengan jumlah 89 poin. Dari 42 pertandingan, Blackburn berhasil mencatat 27 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 7 kekalahan.

    Pada musim 1990-1991, Blackburn sebenarnya hanya bertengger di urutan 19 Liga Inggris. Kesuksesan Blackburn juara empat tahun berikutnya tidak bisa dilepaskan dari peran pemilik klub Jack Walker. Pebisnis lokal tersebut tidak ragu untuk menginvestasikan uangnya pada Blackburn sejak tiga tahun sebelumnya.

    Ia mengontrak Kenny Dalglish sebagai manajer. Untuk lini serang Blackburn, Walker menghabiskan 8,3 juta poundsterling untuk mendatangkan Alan Shearer dan Chris Sutton. Duet keduanya dikenal dengan sebutan SAS. Walker juga tak ragu mengeluarkan 2,4 juta poundsterling untuk kiper Tim Flowers. Ia datang dari Southampton dan menjadi kiper termahal kala itu.

    Walker juga menghabiskan uang sekitar 1,8 juta poundsterling untuk mendatangkan Graeme Le Saux, Colin Hendry, dan kapten Tim Sherwood. Ketiganya adalah pemain kunci Blacburn pada musim tersebut. Ketiganya berhasil masuk dalam PFA Team of the Year musim itu.

    Akan tetapi skuat Blacburn bukan yang termahal kala itu. Nilai para pemainnya hanya mencapai 14,7 juta poundsterling. Sementara para pemain United bernilai 19,3 juta poundsterling, di mana Peter Schmeichel, Roy Keane, Ryan Giggs, dan Andy Cole adalah beberapa di antaranya.

    Keberhasilan Blackburn tidak terlepas penampilan para pemainnya sepanjang musim kala itu. Duet Shearer-Sutton berhasil mencetak 58 gol. Sayangnya, di musim berikutnya Sutton hanya berhasil mencetak satu gol, sementara Shearer tetap produktif dengan mencetak 36 gol. Sementara Flowers di bawah mistar hanya mengalami 39 kali kebobolan dari 42 pertandingan kala itu.

    Di musim setelah Blacburn meraih gelar juara Liga Primer, prestasi klub berjuluk The Rovers ini jatuh. Hanya berselang semusim setelah juara, Blackburn hanya mampu bertengger di posisi 7 klasmen akhir Liga Primer.

    Sementara di ajang Liga Champions mereka tidak bisa berbicara banyak karena hanya menjadi juru kunci di grup yang dihuni oleh Spartak Moskow, Legia Warsawa dan Rosenborg. Pada musim itu pula Dalglish berhenti sebagai manajer dan Shearer dijual ke Newcastle United.

    Di musim 1996-1997, prestasi Blackburn semakin melorot ke peringkat 13 di klasmen akhir. Manajer Ray Harford yang menggantikan Dalglish hanya bertahan selama tiga bulan. Pasalnya di awal musim Blackburn harus berkutat dengan zona degradasi.

    Roy Hodgson yang menggantikan Harford hanya sanggup membawa Blackburn ke posisi 13. Musim berikutnya lebih baik, Hodgson berhasil membawa Blackburn ke posisi 6 dan lolos ke Piala UEFA.

    Di musim berikutnya menjadi petaka bagi Blackburn. Hodgson pun harus rela dipecat pada November. Asisten Sir Alex Ferguson di United, Brian Kidd dipercaya sebagai menajer baru. Tetapi penampilan Blackburn terus merosot hingga posisi 19 di akhir musim. Bersama Charlton Athletic dan Nottingham Forest, Blackburn harus terdegradasi setelah empat tahun sebelumnya menjadi juara.

    Blackburn baru kembali ke Liga Primer setelah menjadi runner up Divisi Championship pada musim 2000-2001. Selama sebelas musim berikutnya Blackburn berhasil bertahan di Liga Primer. Posisi terbaiknya adalah di peringkat ke-6 pada musim 2005-2006. Ketika itu Mark Hughes menjadi manajer. Penyerang asal Wales Craig Bellamy menjadi andalannya sebagai mesin gol.

    Blackburn kembali terdegradasi pada musim 2011-2012. Selanjutnya menjadi masa kelam bagi klub yang pernah mengejutkan Liga Inggris ini. Di musim 2012-2013, Blackburn hanya berada di urutan 17 Divisi Championship. Di musim tersebut enam manajer berbeda menangani Blackburn.

    Prestasi Blackburn tetap tidak terangkat. Alih-alih berjuang untuk mendapatkan tiket promosi kembali, Blackburn justru terdegradasi lagi pada musim 2016-2017 dari Divisi Championship.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here