Arema FC, dari Kisah Leganda Klub Bermula

0
198
Foto Source: tribunnews

Nama Arema FC menjadi jaminan mutu bagi penikmat sepakbola di Indonesia. Penampilan klub ini selalu dinantikan banyak fans. Wajar, sebab Arema adalah salah satu klub besar sepak bola di Indonesia khususnya di daerah Jawa timur yang bermarkas di kota Malang.

Nama Arema adalah legenda Malang. Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut, yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara. Prestasi Kebo Arema gilang gemilang. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. 

Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama. Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara. Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi. Kemudian bisa menguasai Selat Malaka. Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam. Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.

Di kota ini pula Arema FC berkantor yakni di Jl. Kertanegara No.7 Kec. Klojen Kota Malang tepat berada di depan stasiun Malang. Home base untuk Arema FC sendiri hampi semua pertandingan di gelar di stadion Kanjuruhan yang berada di selatan Kota Malang, tetapi tidak menutup kemungkinan juga terkadang Arema FC bermain di stadion Gajayana yang berada di pusat Kota Malang.  

Pada awalnya klub ini bernama PS Arema yang didirikan pada 11 Agustus 1987 oleh Alm. Acub Zainal dan Ir. Lucky Zaenal. Sejak pertama kali dibentuk Arema sendiri adalah sebuah klub swasta. 

Cikal bakal klub ini mengandalkan dana awalnya yang bersumber dari sponsor bukan dari anggaran pemerintah. Arema sendiri pada saat itu bermain di kompetisi era Galatama, kemudian bermain di Liga Indonesia. 

Seiring berjalannya waktu Arema terpecah menjadi 2 kubu dikarenakan mengikuti 2 kompetisi yang berbeda. Pada masa itu, Arema dibentuk oleh PSSI sehingga ada 2 kompetisi liga tertinggi di Indonesia, dengan terpecah menjadi 2 kubu yaitu Arema IPL dan Arema ISL. 

Arema ISL pada tahun 2013 bermerger dengan Pelita Jaya Cronus dan berubah nama menjadi Arema Cronus yang bermerger hingga tahun 2015. Kemudian pada tahun 2015 Arema masih menggunakan nama Cronus. 

Pada musim 2015 hingga 2016, sepak bola Indonesia terkena sanksi oleh FIFA tepat pada tahun 2016. Akhirnya, sanksi itu dicabut dan Arema mengalami perubahan logo yang tidak terlalu signifikan perubahannya. 

Namun, tahun berikutnya untuk menyambut kompetisi di tahun 2017 Arema membuat sebuah gebrakan besar. Dimana yang semula Arema Cronus berubah nama dan logo menjadi Arema FC.

Memang, prestasi Arema bisa dibilang pasang surut. Meski tak pernah menghuni papan bawah klasemen, hampir setiap musim kompetisi Galatama Arema F.C.  Pada tahun 1992 Arema berhasil menjadi juara Galatama.

Pemain-pemain handal semacam Aji Santoso, Mecky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi, Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat kota Malang menjadi juara kompetisi elit di Indonesia.

Dalam kancah sepakbola Liga Indoesia, Singo Edan sudah tujuh kali masuk putaran kedua. Sekali ke babak 12 besar (1996/97) dan enam kali masuk 8 besar( 1999/00, 2001, 2002, 2005, 2006,& 2007). Prestasi ini boleh di bilang lumayan, tapi Arema tidak pernah lepas dari masalah dana.

Nyaris sama nasibnya dengan klub-klub lain di Indonesia, hampir setiap musim kompetisi masalah dana ini selalu menghantui. Kondisi inilah yang membuat posisi manajemen klub selalu berganti.

Puncaknya pada tahun 2003. Arema mengalami kesulitan keuangan parah yang berpengaruh pada prestasi tim. Hal ini membuat Arema FC diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk pada pertengahan musim kompetisi 2003. Akhirnya Arema terdegradasi ke Divisi I.

Sejak kepemilikan Arema dipegang oleh PT Bentoel Internasional Tbk, prestasi Arema semakin meningkat; 2004 juara Divisi I, 2005, dan 2006 juara Copa Indonesia, 2007 juara Piala Soeratin LRN U-18.

Pada tahun 2006 dan 2007 Arema dan Benny Dollo mendapatkan penghargaan dari Tabloid Bola sebagai tim terbaik dan Pelatih terbaik. Kompetisi Liga Super Indonesia ke-1 2008-2009 Arema berada di urutan ke-10.

Pada musim kompetisi 2009-10 Arema yang ditukangi oleh Robert Rene Alberts meraih gelar Juara Liga Super Indonesia dan Runner-up Piala Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here