Ancelotti: Klopp Bangun Mesin yang Sempurna di Liverpool

0
155
Ancelotti
Ancelotti

Jurgen Klopp berhasil membangun “mesin yang sempurna” di Liverpool, menurut bos Everton asal Italia yakni Carlo Ancelotti.

Everton menahan rival sekota mereka dengan hasil imbang 0-0 dalam pertandingan pertama Liga Premier dimulai lagi, tetapi gelar liga ke-19 The Reds dan yang pertama selama 30 tahun terakhir, dikonfirmasi pada Kamis kemarin (265/06) setelah tim urutan kedua Manchester City kalah 2- 1 di Chelsea.

Ancelotti mengatakan dia tidak lain mengagumi prestasi Liverpool di bawah Klopp, dengan Liverpool juga telah memenangkan Piala Dunia Klub FIFA, Piala Super UEFA dan Liga Champions selama karier kepelatih pria asal Jerman itu di Anfield.

“Saya memiliki hubungan yang baik dengan Klopp,” kata Ancelotti kepada Sky Italia. “Kami sudah bertemu minggu lalu ketika semuanya sudah diputuskan, saya sudah memberi selamat kepadanya bahkan sebelum minggu ini.

“Tapi sungguh, Klopp adalah arsitek di balik kesuksesan tim ini, tidak hanya di Liga Premier – tetapi juga untuk apa yang ia berhasil lakukan selama lima tahun ini sejak kedatangannya.

“Dengan banyak kesabaran, dia mampu membangun mesin yang sempurna.”

Ancelotti

Video perayaan muncul di media sosial setelah peluit akhir di Stamford Bridge, di mana para pemain Liverpool merayakan dengan gembira bersama manajer mereka, menyusul dipastikannya mereka sebagai juara.

Ancelotti, yang tinggal di sebelah Georginio Wijnaldum, mengatakan bahwa ia mendengar perayaan yang riuh di Merseyside ketika ada kabar bahwa Liverpool telah menjadi juara.

Ketika ditanya bagaimana rasanya bangun sebagai bos Everton pada hari Liverpool memenangkan liga, Ancelotti mengatakan: “Ini lebih seperti bagaimana dia (Klopp) tidur! Ada beberapa poni tadi malam setelah pertandingan Manchester City.

“Itu menjadi jauh lebih tenang di kemudian hari ketika saya tinggal di pinggiran, tapi bagaimanapun Liverpool menunggu kemenangan ini untuk waktu yang lama, jadi itu normal mereka merayakan dengan cara mereka lakukan.

“Tetangga saya adalah (Georginio) Wijnaldum! Tetapi mereka akhirnya merayakan di tempat lain.”