Ambisi Abramovich Membawa Chelsea Menjadi Klub Top Eropa

0
460
Foto Source: readchelsea

Status Chelsea yang merupakan salah satu anggota The Big Four—sebutan untuk empat tim yang kerap memuncaki klasmen Liga Inggris—sejatinya merupakan hal yang belum lama. Status tersebut disandang Chelsea saat klub yang bermarkas di London ini diakuisisi oleh miliarder asal Rusia Roman Abramovich pada tahun 2003. Abramovich mengakuisisi Chelsea dari pemilik lamanya Ken Bates sebesar 60 juta Poundsterling.

Menurut kolomnis Bleacher Report, Greg Probert, akuisisi tersebut adalah salah satu dari enam momen terbesar dalam sejarah Chelsea. Selain akuisisi tersebut, momen besar lainnya adalah berdirinya Chelsea tahun 1905, menjuarai divisi pertama untuk pertama kalinya tahun 1955, promosi ke divisi utama pada tahun 1984, juara Liga Primer Inggris tahun 2005, dan juara Liga  Champions tahun 2012.

Ambisi Abramovich-lah yang menginginkan Chelsea menjadi salah satu klub papan atas di Inggris dan Eropa yang menghasilkan Chelsea sebagaimana kita ketahui saat ini. Ia menginginkan Chelsea menyaingi Manchester United dan Arsenal di Inggris dan menyamai Real Madrid di Eropa.

Menariknya, Chelsea bukanlah klub yang pertama kali ingin diambil Abramovich. Taipan minyak tersebut sebelumnya menginginkan Tottenham Hotspur, tetapi petinggi klub tersebut tidak mengizinkan. Meskipun akuisisi Chelsea ini memberikan beban bagi Abramovich untuk melunasi utang Chelsea sebesar 80 juta Pounds, Abramovich tidak segan untuk mengucurkan dana besar untuk membeli pemain bintang untuk memperkuat Chelsea.

Pada tahun pertamanya, Abramovich mengucurkan dana sekitar 100 juta Pounds untuk mendatangkan pemain-pemain top seperti Claude Makelele, Geremi Njitap, Hernan Crespo, Glen Johnson, Joe Cole, dan Damien Duff. Tambahan pemain tersebut langsung memberi efek instan bagi Chelsea. Di musim tersebut klub berjuluk The Blues ini sukses menempati posisi runner up dalam klasmen akhir Liga Inggris. Tak tanggung-tanggung, prestasi itu adalah yang terbaik bagi mereka di liga selama 49 tahun terakhir. Bahkan, manajer Claudio Ranieri berhasil membawa Chelsea menembus babak semifinal Liga Champions, sebelum dihentikan oleh AS Monaco.

Di tahun keduanya, Abramovich mengganti Ranieri dengan Jose Mourinho. Manajer asal Portugal ini sukses membawa FC Porto yang berstatus kuda hitam menjuarai Liga Champions semusim berikutnya. Manajer yang menjuluki dirinya sendiri sebagai The Special One tersebut kemudian menjadi manajer tersukses Chelsea. Gelar demi gelar berhasil diraih oleh Mourinho.

Gelar pertama diperoleh melalui Piala Liga ketika Chelsea mengalahkan Liverpool dengan skor 3-2 pada babak final di Stadion Millenium, Cardiff. Pada tahun yang sama Mourinho juga mempersembahkan gelar Liga Primer Inggris untuk Chelsea. Gelar ini adalah yang kedua dalam sejarah Chelsea. Mourinho juga berhasil mempertahankan gelar tersebut pada tahun berikutnya di musim 2005-2006.

Pada tahun 2007, meskipun Mourinho gagal memberikan gelar liga untuk ketiga kalinya secara beruntun, ia tetap berhasil memberikan gelar Piala FA. Tahun tersebut ternyata kemudian menjadi akhir dari petualangan Mourinho bersama Chelsea. Tetapi periode Chelsea bersama Mourinho menjadi awal dari kisah Chelsea yang naik kelas dari tim papan tengah di Inggris menjadi salah satu tim papan atas Eropa.

Tahun 2008 Chelsea berhasil mencapai babak final Liga Champions. Ajang paling bergengsi di Eropa tersebut adalah salah satu impian Abramovich yang gagal diwujudkan Mourinho. Final tahun tersebut tambah spesial karena diadakan di Stadion Luzhniki, Moskow, negara Abramovich sendiri. Tetapi Chelsea gagal menjuarai Liga Champions tersebut karena kalah dalam drama adu penalti dengan Manchester United.

Tahun-tahun berikutnya Chelsea masih menunjukkan kelasnya sebagai klub papan atas di Inggris. Musim 2009-2010 Chelsea berhasi meraih gelar Liga Inggris dan Piala FA. Di liga, The Blues mencetak rekor dengan menciptakan 103 gol, di mana pada pekan terakhir mereka membantai Wigan Athletic dengan skor 8-0. Dominasi Chelsea di Inggris kemudian mulai berkurang setelah Manchester City juga diambil alih oleh miliarder Timur Tengah.

Meski demikian, Chelsea berhasil meraih gelar Liga Champions pada tahun 2012 setelah menaklukkan Bayern Munchen di Allianz Arena, Munchen. Gelar ini merupakan ambisi Abramovich yang gagal dipenuhi manajer-manajer Chelsea selama sembilan tahun. Adapun manajer yang berhasil memberi gelar tersebut terbilang bukan manajer top, karena ia hanya seorang caretaker: Roberto Di Matteo.

Status Chelsea sebagai klub papan atas tetap bertahan dikarenakan setiap tahun secara konsisten The Blues terus menambah pemain-pemain top beserta manajer-manajer papan atas Eropa. Oleh karena itu Chelsea di Abramovich masih menikmati sejumlah gelar seperti Liga Europa dan Liga Inggris. Tahun 2019 sendiri Chelsea dipimpin oleh legendanya Frank Lampard.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here